Krisis Air Bersih Melanda Girimulyo, Pemkab Kulon Progo dan Baznas Salurkan Bantuan ke SDN Jatiroto

Krisis Air Bersih Melanda Girimulyo, Pemkab Kulon Progo dan Baznas Salurkan Bantuan ke SDN Jatiroto. (Foto/Dok)

Kulon Progo, Proliman News — Dampak krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Kulon Progo kian meluas, hingga mengganggu aktivitas di lembaga pendidikan. Salah satu sekolah yang terdampak cukup parah adalah SD Negeri Jatiroto yang berada di Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo.

Menanggapi laporan dari pihak kapanewon terkait kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bergerak cepat dengan menggandeng Baznas Kulon Progo, BPBD, serta Disdikpora setempat untuk menyalurkan bantuan air bersih pada Jumat (9/10/2026).

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, turun langsung ke lokasi untuk meninjau penyaluran air bersih di SD Negeri Jatiroto. Agung mengaku prihatin saat mendengar laporan bahwa para siswa sempat harus membawa air sendiri dari rumah demi memenuhi kebutuhan MCK, wudu, dan mencuci tangan di sekolah.

“Kita berada di SD Negeri Jatiroto untuk melakukan dropping air bersih merespons laporan warga di Girimulyo. Anak-anak di sini setiap hari harus membawa satu liter botol air dari rumah untuk keperluan sendiri. Kita berharap kekeringan ini tidak mengganggu keperluan anak-anak sekolah, sehingga dropping air bersih untuk sekolah-sekolah ini kita prioritaskan,” ujar Agung di lokasi penyaluran.

Agung menambahkan, bantuan kedaruratan ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah ASN serta pamong se-Kabupaten Kulon Progo yang dikelola oleh Baznas. Mengingat prediksi musim kemarau yang masih relatif panjang, ia mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki kelebihan air untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan kepedulian sosial.

BACA JUGA  Hari Pertama Beroperasi, Sebanyak 384 Jemaah Haji Asal Kulon Progo Masuk Embarkasi YIA

“Kami memberikan kesempatan kepada saudara-saudara yang tidak kekurangan air untuk melakukan Infak Jumat Berkah berupa penyaluran air bersih. Biaya operasional satu tangki sekitar Rp450 ribu hingga Rp500 ribu tergantung lokasi. Mari kita berdoa semoga cuaca segera ramah dan hujan turun untuk membantu masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Jatiroto, Rina Yulianti, mengungkapkan rasa syukur dan lega atas bantuan air bersih yang diberikan oleh Pemkab Kulon Progo dan Baznas. Menurut Rina, krisis air bersih di sekolahnya sudah mulai terasa sejak awal September akibat menurunnya debit air dari PAM Padukuhan Wonosari yang juga menjadi tumpuan warga sekitar.

Sebelum bantuan ini datang, pihak sekolah bersama wali murid sempat bergotong royong mengambil air (ngangsu) secara mandiri dari daerah lain menggunakan mobil dan tandon, serta menerima sekali bantuan air dari fraksi partai.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Di sekolah kami ada penampungan air kapasitas 5.000 liter dan 2.000 liter. Biasanya kapasitas total itu cukup untuk kebutuhan kamar mandi selama dua minggu. Kami berharap bantuan penyaluran air ini bisa terus berlanjut selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” kata Rina.

Rina juga menceritakan bahwa untuk mengantisipasi keterbatasan air di sekolah, pihak sekolah sempat meluncurkan inovasi bernama Program Ambarawa yang merupakan akronim Aksi Mandiri Bawa Air.

“Program Ambarawa ini lahir dari kondisi kekeringan sejak awal September. Anak-anak diminta membawa satu botol air mineral dari rumah khusus untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, termasuk saat kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini sekaligus wujud pembelajaran agar anak-anak terbiasa menghemat air di tengah keterbatasan, baik di sekolah maupun di rumah,” pungkas Rina. (RF, AN, JR)

BACA JUGA  Lomba Kupas Bawang Merah di Dusun Sedan Berlangsung Meriah

Liputan: W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *