Gerakan Melawan Kemiskinan #Kulonprogodigdoyo Menggema di Berbagai Sudut Kulon Progo

– Gerakan masyarakat melawan kemiskinan terus menggema di seluruh wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Gerakan masyarakat melawan kemiskinan terus menggema di seluruh wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Gerakan yang dimotori oleh ratusan tokoh masyarakat, para dermawan, akademisi (para pakar) dan penggerak masyarakat ini sepakat menggunakan momen Pilkada Kulon Progo 2024 sebagai momen melawan kemiskinan.

“Gerakan ini harus menghasilkan formula perlawanan terhadap kemiskinan, merumuskan pergerakan ekonomi secepat mungkin hingga perdapatan perkapita masyarakat Kulon Progo menyentuh angka Rp 1.130.000 per bulan,” kata anggota Pakar Kulon Progo Digdoyo, Dr. Aditya Hera Nurmoko, kepada media.

Sehingga untuk mencapai angka tersebut dibutuhkan kerja keras, dengan cara membangun satu persepsi tentang kondisi masa depan Kulon Progo. Karena sekarang ini pendapatan perkapitanya terus berada di angka Rp. 464.000 per bulan.

“Gampangnya, sekarang ini kemampuan belanja masyarakat Kulon Progo hanya di tingkat Rp 464.000 per bulan, pendapatan riil yang bisa dibelanjakan hanya sebesar itu sesuai survei BPS, ngeri kan,” ujarnya.

Maka semua komponen baik tokoh masyarakat, aktivis, pemuka agama, para politisi yang tergabung dalam gerakan masyarakat melawan kemiskinan sepakat mengusung tagline Kulon Progo Digdoyo (#Kulonprogodigdoyo).

Kulon Progo Digdoyo, berarti masyarakat harus kuat, tangguh, bermental petarung, untuk membongkar seluruh sumbatan yang menghambat kemajuan dan kemakmuran di wilayah ini.

Hingga pada akhirnya tercipta masyarakat yang mampu. punya dan ada. Yakni mampu mencukupi kebutuhan hidupnya karena memang punya dan benar-benar ada.

BACA JUGA  Plt Kadis Perdagangan Riyadi Sunarto: Bank Kulon Progo Bisa Atasi Rentenir Tapi BI Ceking Pedagang Ada Masalah !

“Mampu bayar sekolah, mampu bayar kuliah, mampu beli kendaraan, mampu bangun rumah, mampu membantu yang lemah, karena memang punya karena memang ada, bukan mengada-ada, atau diada-adain,” ujarnya, Sabtu (30/3.2024) sore.

Untuk menggelorakan semangat #Kulonprogodigdoyo, disejumlah wilayah telah terbentuk kelompok-kelompok relawan yang akan terus bergerak membangun perekonomian dan menyusun aksi melawan kemiskinan di wilayahnya secara nyata.

“Yang tidak kalah pentingnya dalam gerakan ini adalah menyiapkan sumber daya manusia, melalui pendidikan, menyiapkan SDM dengan metode yang tepat agar dalam dua tiga tahun ke depan terasa dampaknya bagi kesejahteraan Kulon Progo,” ujar seorang pengusaha yang peduli pada kondisi kemiskinan Kulon Progo, Ahmad Basuki.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *