Samuel Pelajar SMP 3 Sentolo Tewas Tenggelam di Muara Pantai Glagah Saat Sekeluarga Berwisata

Sebanyak 10 kalurahan di sepanjang pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, akan terkena gelombang tsunami setinggi lebih dari 10 meter jika gempa megathrust terjadi.(foo/ist)

Kulon Progo, Bogowonto News – Samuel (15) warga Kedundong, Triharjo, Wates, Kulon Progo ditemukan tak bernyawa di muara Pantai Glagah, Jumat tanggal 29 Maret 2024 pukul 16:30 WIB.

Samuel merupakan satu dari lima orang wisatawan yang mengalami laka laut di Muara Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo, Jumat 29 Maret 2024 siang.

Samuel Ely ditemukan Tim SAR Pantai Glagah sudah tak bernyawa setelah tenggelam diarus deras di kedalaman dua meter di muara sungai Serang Pantai Glagah.

Ia diketahui merupakan pelajar SMP N 3 Sentolo, Kulon Progo. Korban lain, Defita Tania Engelin Situ orang, pelajar SMK  I Temon, Kulonprogo warga  Kedunggong, Triharjo Wates Kulonprogo, korban selamat di rawat di RS Riski Amalia Temon Kulonprogo.

Berikutnya korban bernama Martadinaya, mahasiswa S1 Akademi Pariwisata, warga lamat Kedunggong, Triharjo, Wates. Kulon Progo. Korban ditemukan selamat.

Kemudian Linda 54 tahun warga Gedangan RT 52 RW 25  Sentolo, Kulonprogo, korban selamat. Korban lain selamat yakni Sari Yuliana , 31 tahun  alamat. Padamara, Purbalingga korban selamat.

Rombongan keluarga ini  pada hari Jumat tanggal 29 Maret 2024 pukul 14:00 Wib berangkat dari Wates ke Pantai Glagah.

Pada pukul 15:45 WIB rombongan tersebut hendak bermain dimuara pantai sebelah timur pemecah Gelombang Pantai Glagah, dan rombongan tersebut berjalan di air yang setinggi pinggang dari arah timur ke arah barat.

BACA JUGA  Lava Pijar dan Awan Panas Terus Muntah dari Puncak Gunung Merapi, BPPTKG Minta Masyarakat Waspada

Ketika akan kembali menyebrang kembali dari barat ke timur korban  Samuel E Boy Situmorang karena saat menyebrang terlalu ke selatan dan posisi air agak dalam, korban tidak bisa berenang sehingga Korban tenggelam.

Pada pukul 17:30 WIB korban atas nama Samuel Ely Eboy diketemukan oleh Team SAR Pantai Glagah dengan kondisi telah meninggal dunia.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko menerangkan, semula sekitar pukul 14.00 WIB, korban berangkat dari Wates ke Pantai Glagah bersama keluarganya. Yakni Defita Tania Engelin Situmorang (14), Martadinaya (21), Linda (50) dan Sari Yuliana (31).

Sesampainya di lokasi, rombongan keluarga tersebut bermain di muara pantai sebelah timur pemecah gelombang Pantai Glagah.

Kemudian, rombongan berjalan di air yang saat itu setinggi pinggang dari arah timur ke barat.

Saat itu, petugas piket SAR Glagah sudah memperingatkan mereka tapi tidak diindahkan. Ketika akan kembali menyeberang kembali dari barat ke timur, korban atas nama Samuel tenggelam.

“Korban saat menyeberang terlalu ke selatan dan posisi air agak dalam ditambah tidak bisa berenang hingga menyebabkan korban tenggelam,” kata Aris.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *