Tanggul Sungai Tuntang Jebol Sejumlah Desa di Grobogan Tergilas Banjir Bandang Rel Kereta Api Jebol

Manager Humas Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan pukul 04.44 WIB, jalur tersebut ditutup sementara karena genangan air mencapai ketinggian 20 cm dan telah menutupi rel.(foto/ist)

Grobogan, Prolaiman News – Sejumlah desa Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang, Selasa (21/1/2025).

Banjir bandang terjadi akibat  jebolnya tanggul Sungai Tutang di empat titik.

Akibatnya gelontoran air bagaikan bah dan terus menerjang sejumlah desa di sekitarnya, sementara hujan juga terus menerus turun.

Sejumlah bangunan rusah, dan beberapa rumah hanyut digilas banjir bandang tersebut.

Ratusan warga pun terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang aman karena banjir terus mengalir dengan deras ke pemukiman warga.

Banjir bandang terjadi mulai sekitar pukul 06.00 WIB, dan berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WIB.

Sejumlah desa di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan hingga saat ini masih terus digenangi air hingga tidak memungkinkan untuk ditinggali.

Sejumlah warga menmgaku kehilangan harga benda karena banjir bandang terjadi mendadak, akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang, di empat titik.

Warga berbondong-bondong meninggalkan rumah menuju tempat pengungsian atau tempat yang lebih aman.

Selain terjadinya pengungsian, banjir bandang juga menghantam rel kereta api sehingga kondisinya tidak mungkin dilintasi.

Perjalanan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang arah Surabaya dihentikan akibat banjir menjebol rel kereta api di Km 32+5/7 petak jalan antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, wilayah Kabupaten Grobogan, Selasa (21/1/2025).

Manager Humas Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan pukul 04.44 WIB, jalur tersebut ditutup sementara karena genangan air mencapai ketinggian 20 cm dan telah menutupi rel.

BACA JUGA  Ketua DPR RI Puan Maharani Menyatakan Pihaknya Terbuka dengan Bakal Datangnya Demotran 25 Agustus 2025

“Puluhan petugas KAI, alat berat serta material batu kricak dan lainnya dikerahkan untuk menangani luapan air dan membersihkan sampah yang terbawa banjir, yang berpotensi menghambat operasional jalur kereta api,” jelasnya.

Menurutnya, akibat banjir itu dilakukan rekayasa pola operasi dengan pengalihan rute perjalanan.

Kereta api dari Surabaya menuju Semarang yang semula melalui rute Surabaya – Cepu – Gubug – Brumbung – Semarang  dialihkan menjadi Surabaya – Cepu – Gambringan – Gundih – Kedungjati – Brumbung – Semarang.

Liputan : Danang Hermawan

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *