Jumlah Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Petungkriyono Pekalongan Belum Final Bisa Sampai 24 Orang

Data berapa jumlah korban tanah longsor dan banjir bandang di Desa Kesimpar, Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah, terus bergerak.(foto/ist)

Pekalongan, Proliman News – Data berapa jumlah korban tanah longsor dan banjir bandang di Desa Kesimpar, Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah, terus bergerak.

Data terakhir BPNP, jumlah korban meinggal yanb berhasil sebanyak 19 orang sehingga masih ada 5 orang korban yang masih dalam pencarian.

Sementara data di Posko Induk Bencana Alam Pekalongan pagi tadi datanya masih sebanyak 17 orang meninggal, 13 orang terluka, dan 9 orang lainnya masih dalam pencarian.

Berdasarkan dua data tersebut kemungkinan besar korban longsor yang meninggal akan terus bertambah hingga 24 – 28 orang warga orang.

Seperti dikatakan, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya dikutip detik.com, menyebutkan 17 orang meninggal 13 orang terluka dan 9 orang dalam pencarian.

Meski demikian, proses pencarian korban akibat tanah longsor dan banjir bandang di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, terus dilakukan.

 Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya mengatakan, ada dua rumah dan satu kafe yang terdampak longsor tersebut. Dua rumah itu milik Pak Carik atau Sekretaris Desa (Sekdes) Kasimpar dan rumah seorang pendeta.

Rizky menjelaskan, sebelum kejadian, rumah Sekdes Kasimpar dan kafe itu menjadi tempat berkumpul sejumlah orang. Adapun satu rumah pendeta yang turut roboh akibat longsor itu sedang dalam kondisi kosong.

“Rumah Pak Sekdes itu tempat berteduh, di sana sedianya lokasi aman, jauh dari tebing, lokasi (di) sawah, namun terkena longsor,” kata Rizky saat ditemui di Posko Induk Bencana Alam Kabupaten Pekalongan, di Petungkriyono, Rabu (22/1/2025) pagi.

BACA JUGA  Pertamina dan Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Per 1 April 2026, Publik Diminta Tenang !

“Lokasi kedua di kafe Alo, itu ada acara juga kegiatan keluarga dan juga warga berteduh menunggu hujan reda. Di kafe ada 25-30 orang, kita fokus itu. Untuk rumah warga di Dukuh Kasimpar yang lain, aman,” sambung dia.

Saat ini tim gabungan masih berupaya mencari sejumlah korban yang belum ditemukan. Tim gabungan juga melakukan pembersihan material longsor.

“Ada tiga tim. Tim pertama membersihkan material longsor yang menghambat akses menuju lokasi, di sana ada tiga titik longsor. Tim kedua dan ketiga fokus di titik pencarian di rumah Pak Carik (Sekdes) dan di kafe Alo,” ujar Rizky.

Sedang Tim keempat mencari korban di aliran sungai menuju ke Sungai Welo yang kemungkinan ada korban, tambahnya.

Jumlah personel yang terlibat dalam empat tim tersebut terdiri dari 600 orang.

“Hari ini 600 orang kita turunkan dan juga melibatkan anjing pelacak empat,” pungkas Rizky.

Sehingga sampai pagi ini data korban akibat bencana longsor itu tercatat 17 orang ditemukan meninggal dunia, 13 orang luka-luka, serta 9 orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.

Liputan : Tim Pro News

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *