Jembatan Srandakan Baru di Jalan Nasional Daendeles Tetap Bisa Dilalui Meski Cekdam / Groundsill Ambrol

Jembatan Srandakan baru yang menghubungkan Kabupaten Kulon Progo – Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak ditutup.(foto/ist)

Bantul, Proliman News – Jembatan Srandakan baru yang menghubungkan Kabupaten Kulon Progo – Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak ditutup.

Jembatan yang menjadi akses utama jalur nasional melintasi Jalan Daendeles atau jalur selatan-selatan, antara Kabupaten Kulon Progo – Bantul tersebut tidak ada masalah.

“Tidak ditutup, coba cek ke Polsek Galur / Polres Kulon Progo, kalau kami tidak, ” ujar Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffri, Selasa (28/1/2025).

Ia menjelaskan, sejauh ini institusi di Kabupaten Bantul terutama Polres Bantul atau Polsek Srandakan tidak mengeluarkan edaran apapun.

I Nengah Jeffri mengatakan jembatan Srandakan baru itu kan akses utama Kulon Progo – Bantul ( atau akses utama jalan nasional jalur selatan – selatan, red), dan sebaliknya, ujarnya lebih lanjut.

Ia menegaskan hal itu saat dikonfirmasi tentang beredarnya pemberitahuan penutupan akses jalan nasional melalui jembatan Srandakan baru, di media sosial (medsos).

Setelah dicermati, pengumuman tersebut sepertinya merupakan postingan lama terkait ditutupnya akses melalui jembatan Srandakan lama karena amblas beberapa tahun lalu.

Kalau akses di Jembatan Srandakan lama, ujar Jeffri pihaknya juga meminta masyarakat tidak melintasi karena berbahaya. Kaki-kaki jembatan menggantung, dan bagian tengah jembatan amblas.

Jembatan Srandakan lama, sendiri beberapa tahun ini sudah tidak difungsikan lebih dari sepuluh tahun dan kondisinya rusak.

Sehingga jembatan Srandakan lama memang tidak boleh digunakan melintas baik kendaraan roda dua maupun roda empat semestinya.

BACA JUGA  Aktivitas Merapi Meningkat: Guguran Lava Pijar Capai Jarak Luncur 1,8 Kilometer

Namun untuk akses melintasi Jembatan Srandakan baru masih berjalan dengan normal, tidak dilakukan penutupan oleh pihak manapun.

“(Kalau soal jembatan Srandakan lama ), tidak menganjurkan penggunaan jembatan lama dikarenakan kondisi jembatan lama rawan,” pungkasnya.

Liputan: Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *