Jembatan Srandakan Lama Ditutup Total Tidak Boleh Ada Warga Beraktivitas Baik Olah Raga atau Sekedar Bersepeda

Jembatan Srandakan 1 atau Jembatan Srandakan lama ditutup total sehingga sepeda motor atau pesepeda pun tidak bisa melintas.(foto/ist)

Bantul, Proliman News – Jembatan Srandakan 1 atau Jembatan Srandakan lama ditutup total sehingga sepeda motor atau pesepeda pun tidak bisa melintas.

Penutupan total Jembatan Srandakan lama dilakukan polisi baik di pintu barat atau wilayah Brosot, Kulon Progo, maupun pintu timur wilayah Srandakan Bantul, DIY.

Polsek Srandakan bahkan telah memasang portal di pintu timur Jembatan Srandakan serta memasang spanduk peringatan bahkan tidak boleh ada aktivitas apapun yang bisa dilakukan masyarakat di atas Jembatan Srandakan lama.

Di pintu timur Jembatan Srandakan juga dijaga petugas dari Polsek Srandakan Bantul untuk memastikan wilayah tersebut bebas dari aktivitas publik.

Sementara, Polsek Galur, Kulon Progo menyatakan demi pertimbangan keamanan dan keselamatan, warga masyarakat pihaknya melakukan penutupan Jembatan Srandakan lama untuk segala aktivitas.

Sementara untuk pencari rumput yang biasa beraktivitas di wilayah tersebut, hanya diberi kesempatan dari pukul 15.00 sampai dengan 17.00 WIB.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” demikian bunyi pengumuman yang beredar di tengah masyarakat di Kulon Progo.

Sementara sejumlah masyarakat memberi respon beragam atas penutupan Jembatan Srandakan lama yang memang sudah tidak digunakan sejak lebih dari sepuluh tahun tersebut.

Sejumlah warga yang biasa setiap subuh dan minggu pagi melakukan olah raga di atas jembatan tersbut, menyatakan kecewa dengan penutupan jembatan ini.

“Wah ndak ada tempat berolah raga yang enak, kalau begini caranya,” ujar Fajarkhan, warga Srandakan, Bantul, memberi komentar.

BACA JUGA  Sri Sultan Lakukan Konsolidasi dengan 10 Perguruan Tinggi, Begini Komitmen Mereka Terkait Aksi Demo

Sedang para pencari rumput yang biasa melinbtasi jembatan ini menyatakan tidak masalah asal karena kondisinya memang berbahya.

Jembatan Srandakan lama ini hampir separo kaki-kakinya sudah menggantung, dan sepatunya hilang sehingga terlihat otot besinya.

Sedang amblasnya bagian tengah jembatan sampai saat ini tidak diperbaiki sama sekali.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffri, mengatakan pihaknya tidak menganjurkan penggunaan jembatan ini dikarenakan kondisinya rawan.

“Dan tidak menganjurkan penggunaan Jembatan Srandakan lama dikarenakan kondisi jembatan lamayang juga rawan,” tulisnya memalui pesan singkat WA.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *