Kulon Progo, Proliman News – Jembatan Srandakan lama akhirnya ambrol Kamis (6/2/2025) malam, sekitar jam 23.00 WIB.
Jembatan Srandakan lama ini putus setelah pilar penyangga jembatan terus tergerus dan tidak kuat menyangga beban diatasnya.
“Putusnya Jembatan Srandakan lama ini sendiri sudah diprediksi oleh masyarakat, setelah melihat pilar penyangga bagian bawah ada yang patah, sebagaian besar otot besinya kelihatan, akibat terjangan banjir terus menerus, beberapa waktu lalu,” ujar Agung Hariyanto, Pengamat Lalulintas Yogyakarta.
Masyarakat yang mendengar dentuman suara cukup keras akibat putusnya Jembatan Srandakan lama ini semalam terus berbondong-bondong melihat lokasi. Bahkan hingga pagi ini runtuhnya Jembatan Srandakan lama masih jadi tontonan warga.
Mereka berusaha melihat dari dekat dan mengabadikan dengan berfoto maupun video.
“Semalem banyak yang menonton putusnya jembatan ini. Malah banyak juga orang jauh yang ingin melihatnya, jembatan ini bersejarah, ” ujar Sariman Sarpek yang tinggal di sebelah barat Jembatan Srandakan lama ketika dimintai keterangannya pagi ini, Jumat, (8/2/2025)
Dia juga memperkirakan hari ini pasti akan semakin banyak warga yang akan melihat secara langsung putusnya Jembatan Srandakan Lama.
Untuk mengantisipasi semakin meningkatnya kerumunana warga ke lokasi Polsek Galur sejak semalam langsung membuat pagar penghalang.
Langkah ini diambil agar masyarakat tidak mendekat ke area putusnya jembatan tersebut. Karena kondisi Jembatan Srandakan lama sudah rapuh.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, mengatakan ambrolnya Jembatan Srandakan lama dilaporkan oleh warga sekitar terjadi pada Kamis (6/2/2025) sekitar pukul 22.30 WIB.
Pada pukul 22.30 WIB warga mendengar ada bunyi gemuruh yang keras sebanyak dua kali. Ternyata Jembatan Srandakan lama yang sebelumnya amblas semalam runtuh.
Sarjoko mengatakan, Polsek Galur telah bertindak dengan memasang garis polisi di akses masuk jembatan dari arah Kulon Progo.
“Di sisi barat jembatan dilakukan pengamanan dengan penambahan pemasangan police line oleh anggota Polsek Galur,” katanya kepada media.
Liputan : Hari Sutanto



