Kulon Progo, Proliman News – Jembatan Srandakan Lama yang berada melintang dari Brosot Kulon Progo – Srandakan Bantul runtuh pada pukul 23.00 WIB Kamis (6/2/2025) malam.
Meski sudah disetrilkan dari berbagai aktivitas warga runtuhnya Jembatan Srandakan lama tidakmengurangi minat masyarakat untuk melihat dari dekat.
Hingga di pintu masuk barat banyak pedagang kaki lima yang berjajar sebagaimana tempat wisata. Padahal setiap pintu masuk Jembatan Srandakan lama sudah diharis polisi.
Runtuhnya Jembatan Srandakan lama ini sebelumnya sudah dikawatirkan oleh berbagai pihak, karena tiang penyangga jembatan ini sudah menggantung karena sepatu jembatan tergerus aliran air.
Sehingga polisi pun bertindak cepat menutup Jembatan Srandakan lama ini baik di pintu masuk barat maupun timur.
Tepatnya pukul 22.40 Kamis (6/2/2025) pukul 22.30 WIB Jembatan Srandakan lama putus total, karena bagian yang amblas 24 tahun lalu semalam runtuh.
Runtuhnya Jembatan Srandakan lama ini dipicu oleh ambrolnya Cekdam Srandakan di selatan Jembatan Srandakan baru pada Minggu (26/1/2025).
Hingga aliran air dan material seperti pasir, batu-batu serta lumpur, lepas serta mengalir deras dan dengan cepat menggerus seluruh material di bawah tiang jembatan baik Jembatan Srandakan lama maupun Jembatan Srandakan baru.
“Ini mempercepat tergerusnya tiang penyangga jembatan. Semakin dipercepat dengan jebolnya Dam Srandakan,” jelas Panewu Srandakan, Sarjiman, kepada pers (7/2/2025).
Meski demikian, karena Jembatan Srandakan lama sudah dikosongkan dari berbagai aktivitas warga, runtuhnya tidak membawa korban jiwa.
Kini pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU), tengah berusaha membenahi ambrolnya Cekdam Srandakan.
Menurut Sarjiman ada tiga pekerjaan perbaikan BBWS Serayu Opak yakni penguatan jembatan Srandakan 2, perbaikan cekdam yang jebol, serta pembuatan dam baru di selatan cekdam lama.
Liputan : Hari Sutanto



