Warung Madura Terus Dipalak Warga Papua, Keluarga Madura Yogyakarta Kirim Surat Tantangan Carok

Karena sejumlah warga etnis Papua di Yogyakarta terus menerus memalak Warung Madura di Yogyakarta maka Keluarga Madura Yogyakarta, protes keras.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Karena sejumlah warga etnis Papua di Yogyakarta berulangkali memalak Warung Madura di Yogyakarta maka Keluarga Madura Yogyakarta protes keras.

Bahkan Keluarga Madura Yogyakarta, mengirimkan surat tantangan untuk Carok atau perang senjata kepada tokoh etnik Papua di Yogyakarta, Hendardo Novriansiroen.

“Puluhan kali kasus yang dilakukan oleh etnis Papua yang ada di Yogyakarta membuat kami sangat terganggu,” tulis Jugil Adiningrat Ketua Keluarga Madura Yogyakarta, dalam suratnya bersama Sekretaris, M. Fahri Hasyim.

Ia menerangkan, kasus yang dimaksud adalah etnis Papua mengambil barang tidak bayar, hingga pemukulan dan perusakan tempat usaha.

Tindakan tersebut dinilainya sangat meresahkan toko kelontong atau Warung Madura yang ada di Yogyakarta.

“Dengan situasi yang meresahkan tersebut, maka sangat dibutuhkan solusi yang bergaransi dari etnis Papua di Yogyakarta, sehingga kasus tersebut tidak terulang,” tulisnya lebih lanjut.

Jugil Adinigrat menambahkan, jika etnis Papua tidak memberi solusi jaminan yang bergaransi maka pihaknya menantang untuk Carok terbuka antara etnis Papua dan estnis Madura di Yogyakarta.

“Silahkan saudara tentukan tempat, jam dan tanggalnya, kami ikut ketentuan dari saudara,” tegas Jugil Adiningrat melalui selembar suratnya.

Sementara, Ketua Umum Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara, Jusuf Rizal mendesak Kapolda dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memberi atensi terhadap masalah konflik etnis Madura Vs Papua di Yogyakarta yang berpotensi menimbulkan Carok dan konflik horisontal.

BACA JUGA  Terkini, BNPB Melaporkan 442 Orang Meninggal 402 Orang Hilang Akibat Banjir dan Longsor Sumetara

Jusuf Rizal di Jakarta Minggu (9/2/2025) menyatakan, terkait sering terjadinya pemalakan oleh etnis Papua kepada Warung Madura di Yogyakarta telah menimbulkan keresahan.

“Pemalakan terhadap pedagang merupakan pelanggaran hukum. Karena itu harus dihentikan. Madas Nusantara selaku Ormas yang mewadahi warga Madura se-Nusantara dan Luar Negeri perlu turut menyikapi agar tidak terjadi Carok,” tegas Jusuf Rizal.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *