Jembatan Srandakan 2 Akan Ambrol Dalam Tempo Dekat Jika Penambangan Pasir Masih Dibiarkan

Bangunan cekdam di sisi timur sungai yang berbatasan langsung dengan bibir sungai, kini telah ambrol sejauh sekitar 4 meter.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Jebolnya cekdam atau groundsill  Sungai Progo di Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan Bantul, berdampak luas.

Bangunan cekdam di sisi timur sungai yang berbatasan langsung dengan bibir sungai, kini telah ambrol sejauh sekitar 4 meter.

Aliran air Sungai Progo di sisi selatan Jembatan Srandakan 2 kini juga semakin melebar ke arah timur dan menggerus daratan.

Tulang tiang penyangga kaki Jembatan Srandakan 2 kini semakin ada yang sudah terlihat seiring dengan menghilangnya sedimentasi dan arus serta debit air yang meninggi.

Sementara bangunan cekdam sisi barat di Brosot, Galur, Kulon Progo juga terus ambrol.

 “Sebelum cekdam jebol, aliran air lurus ke selatan. Tetapi sekarang malah melebar ke timur seperti ini. Ini bahaya karena bisa menggerus tebing sungai dan bangunan dam ini,” ujar Agung Prastowo, Ketua Pelestari Sungai Progo.

Begitu pula dengan kondisi Jembatan Srandakan 2. Menurut  semakin derasnya arus lantaran sedimen pasir yang hanyut karena jebolnya groundsill bisa mengancam tiang penyangga jembatan.

“Saat ini sudah terlihat dampaknya yakni ambrolnya Jembatan Sranadakan 1, atau yang lama. Jembatan baru tinggal menunggu waktu,” kata dia.

Jika semua pihak masih meragukan masukan masyarakat bahwa maraknya penambangan pasir berbahaya silahkan terus dibiarkan sampai Jembatan Srandakan 2 ambrol.

 “Jika terlambat, semua khawatir, Jembatan Srandakan 2 akan jadi korban,” ujarnya.

Liputan : Suyono Sugondo

BACA JUGA  Suharyono Terpilih Menjadi Ketua Pirukunan Tuwanggono Kabupaten Kulon Progo 2026-2031

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *