Pemda Kulon Progo Diminta Gerak Cepat Benahi Kawasan Barat Jembatan Pandansimo, Edy Yulianto: Jalur Trisik Penting Itu !

Kondisi semrawut di sisi barat Jembatan Pandansimo, yakni dari Kalurahan Banaran, Galur hingga Kalurahan Garongan, Panjatan, Kulon Progo membuat berbagai pihak ambil bicara.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Kondisi semrawut di sisi barat Jembatan Pandansimo, yakni dari Kalurahan Banaran, Galur hingga Kalurahan Garongan, Panjatan, Kulon Progo membuat berbagai pihak ambil bicara.

Semrawutnya jalur JJLS jelang pembukaan Jembatan Pandansimo tersebut dinilai sebagai ketidaksigapan Pemda Kulon Progo, melakukan perencanaan dan menangkap peluang.

“Nah itu saya belum diajak audiensi sama dinas terkait,” ujar Edy Yulianto, Ketua Pokdarwis Kalurahan Banaran, ketika diminta apa yang pihaknya ikut serta terlibat dalam penataan kawasan ini atau tidak, Selasa ( 24/2/2025).

Edy Yulianto mengatakan, banyak ruas jalan yang harus dilakukan pembenahan di sepanjang JJLS dari barat Jembatan Pandansimo hingga YIA Temon, serta jalur masuk di sayap kanan sayap kini, kawasan sisi barat jembatan.

“Terutama infrastruktur jalan terdekat, misal jalan masuk kawasan Pantai Trisik juga harus segera dilakukan pembenahan, mengingat letak jalan yang langsung terhubung dengan akses jembatan,” ujarnya.

Kemudian jalur alternatif yakni jalur yang menghubungkan JJLS dengan Daedeles dari barat Jembatan Pandansimo ke utara hingga Jalan Daendeles di Kalurahan Kranggan, Galur, Kulon Progo.

Jika semua pihak memiliki respos yang baik, jalur ini mestinya diperbaiki duklu sebelum Jembatan Pandansimo dibuka untuk umum akhir Maret 2025.

Lalu jalur – jalur kecil atau jalan kabupaten di sayap kanan dan sayap kiri barat Jembatan Pandansimo juga perlu dibenahi segera, karena jalur ini nanti akan mendukung konektivitas kawasan sekitar.

BACA JUGA  Agus Gondrong; Agar Semua Kebagian Rezeki Pedagang Pasar Tradisional Harus Taati Aturan

“Jembatan Nglinggan yang amblas beberapa waktu lalu, tepat di pintu masuk Pantai Trisik itu juga urgent, sudah dua tahun lebih hanya menggunakan jembatan darurat,” katanya memaparkan.

Edy Yulianto, menuturkan, jangan sampai nanti wisatawan mau ke Trisik balik kanan, terutama yang pakai bus, gara-gara akses jembatan hanya terbatas untuk kendaraan roda dua atau mobil kecil.

Lalu soal gelapnya sisi barat Jembatan Pandansimo, atau wilayah yang masuk Kulon Progo, nampaknya memang penanganan segera.

“Ini tergantung respon Pemda Kulon Progo, ini. Untuk penerangan, wayfinding, atau rambu-rambu penunjuk jalan lainnya, misal bisa segera diprogramkan, karena akan semakin mendukung kesiapan kita dalam menyambut operasionalnya jembatan, “ tuturnya.

Edy Yulianto mengatakan, sebulan cukup waktu sebenarnya untuk membuat kawasan barat jembatan terang dan bersih gilar-gilar, semuanya tergantung seberapa besar respo Pemda Kulon Progo.

“Ini kan peluang besar, dan harapannya bisa menghidupkan kawasan sekitar,” ujar Edy Yulianto ketika dihubungi malam ini.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *