Basori (67) Warga Karangsewu Menangis Uang Tabungannya di BUKP Galur Rp 44 Jt Amblas : Niki Pripun Pak Gubernur !

“Padahal tabungan saya Rp 44.750.000, dari dua buku tabungan yang saya. Saya hanya mau mencairkan Rp 5 .000.000 buat lebaran, tetapi kosong. Tidak ada uang di BUKP Galur, terus gemana nasib tabungan saya, ” ujar Basori. (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Basori (67) warga Bapangan, Karangsewu, Galur, Kulon Progo marah sedih jengkel campur aduk.

Marah, gara-gara ia tidak bisa mencairkan uang dalam tabungannya di BUKP Galur, dengan dalih BUKP Galur tidak punya uang.

“Padahal tabungan saya Rp 44.750.000, dari dua buku tabungan yang saya. Saya hanya mau mencairkan Rp 5 .000.000 buat lebaran, tetapi kosong. Tidak ada uang di BUKP Galur, terus gemana nasib tabungan saya, ” ujar Basori.

Dengan muka sedih campur bingung, Basori iseng-iseng minta petugas di BUKP Galur melakukan ceking berapa jumlah tabungannya.

“Gandrik, tabungan saya kok hanya Rp 16.000.000, dari dua buku tabungan yang saya punya. Kemana duit saya Rp44.750.000? Kok bisa begini bagaimana Pak Gubernur,” teriak Basori keras keras.

Basori mengatakan, pantesan sejak bulan Juli 2024 lalu ia susah mencairkan tabungannya di BUKP Galur, ternyata uangnya bubar.

“Saya itu mau mencairkan buat kulakan sejak Juli 2024 lalu nggak bisa, baru tahu sekarang duitnya di BHUKP Galur amblas,” tambahnya.

Sambil menahan tangis Basori mengatakan, bahwa tabungan saudaranya itu benar-benar dikumpulkan dari keuntungan jualan bakmi dan nasi goreng. Bukan uang dari nggedor tetangga !

Iseng-iseng ia pun meminta petugas di BUKP Galur ngecek tabungan atas nama Sukemi, saudaranya yang kini jualan nasi dan bubur di Pasar Kranggan, Galur.

BACA JUGA  Sudewo Bupati Pati Diduga Terlibat Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api

Menurut Basori uang dalam buku tabungan kakaknya itu sebesar Rp8.000.000, dan benar tidak ada uang sepeserpun dala,catatan tabungan atas nama Sukemi, alias raib entah kemana !

 “Itu menyisihkan dari keuntungan jualan nasi Rp50.000, kok tega diembat, Ya Allah, Ya Tuhan, ini tangan siapa yang curang, hei,” kata Basori.

Dari kejadian Rabu (26/3/2025) itu maka ia membuat kesimpulan, harus segera melapor polisi kehilangan tabungan dan mengundang wartawan.

Karena ia menengarai, FU petugas tukang pungut cicilan dan setoran BUKP Galur yang setiap saat mengambil setoran Basori dan keluarganya merupakan orang yang paling tahu kemana uangnya.

“Selama ini yakni petugas penarik pengumpul setoran berinisial FU merupakan kunci hilangnya uang miliknya dan saudaranya itu, maka kesmpilan pertama saya akan lapor polisi, sebagai penggelapan,” ujarnya.

Kedua, kenapa sekarang tiba-tiba Kantor BUKP Galur pindah tanpa pemberitahuan dan semua petugasnya bubar, dan kini BUKP Galur tidak memiliki dana sama sekali.

“Ini gila, bikin emosi saya meletup-letup, kemana uang tabungan saya selama lebih dari 12 tahun, hasil keringat jualan bakmi dan nasi goreng, kami ini orang sudah tua – tua yang masih bekerja, masya allah,” katanya.

Menurut Basori, berapa penambung yang jadi korban kecurangan petugas BUKP Galur dan kemana saka uang penabung hingga tidak ada di kas BUKP Galur? Pemda Propins DIY perlu turun tangan, tambahnya.

BACA JUGA  Wuiihh Bupati Sudewo Melakukan Pemerasan Kepada Calon Perangkat Desa Rp150 Juta/ Orang

Sementara Ketua BUKP Galur Gandung Isdianto ketika dikonfirmasi melalui nomor HP-nya tidak bersedia memberi jawaban apapun.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *