Korban BUKP Galur Terus Bertambah Total Simpanan Mereka yang Hilang Bisa Mencapai Rp 12 Miliar

Jumlah penabung dan pemilik deposito yang menjadi korban BUPK Galur terus bermunculan. (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Jumlah penabung dan pemilik deposito yang menjadi korban BUPK Galur terus bermunculan.

Sampai saat ini ada sedikitnya 125 korban ( baik penabung dan pemilik sertifikat deposito)  yang sudah muncul ke permukaan, dengan total simpanan mencapai Rp 12 miliar.

Mereka ada yang sudah mengirim nomor telpon, nama terang, copy buku tabungan atau sertifikat deposito dan siap masuk group.

Namun dari 125 orang tersebut, baru ada 30 korban yang terverifikasi dengan lengkap, mulai dari nama asli penabung, jumlah tabungan atau deposito serta alamat lengkap mereka tinggal.

Sedang puluhan lainnya belum selesai diverifikasi, karena memang belum tersistem sehingga masih orang per orang atau manual.

“Ada yang sudah telpon saya, tetapi karena tabungannya di BUKP selama ini dirahasikan, tidak diketahui suami atau istri, atau keluarga lain, maka mereka belum bersedia dimasukkan group,” ujar Sasmito Nugroho, salah satu korban BUKP Galur.

Jumlah nasabah korban BUKP Galur yang model seperti ini ternyata jumlahnya lumayan banyak.

Sementara korban BUKP Galur yang memiliki dana tabungan di atas Rp 100 juta tetapi tidak punya handphone juga banyak.

Yang model ini tentu belum bisa dihubungi sekarang, karena butuh waktu untuk secara personal dikunjungi atau dijumpai.

“Yang seperti ini ada juga, karena ada yang atas nama anaknya atau suaminya atau saudaranya, sementara duitnya dari dari dia,” ujarnya lebih lanjut.

BACA JUGA  Tumbuhkan Empati Kepada Korban Bencana NTT, Ribuan Siswa SMK Bhumi Phala Gelar Doa Bersama dan Penggalangan Dana

Agar dikemudian hari tidak kisruh dan tetap legal, maka verifikasi detail tetap harus dilakukan meski ini sifatnya hanya perkumpulan.

Dan dalam kasus korban BUKP Galur ini bervariasi dari yang berpendidikan tinggi hingga yang tidak lulus sekolah.

Sasmito Nugroho mengatakan, dari sekian banyak penabung atau pemilik deposito, korban BUKP Galur  yang kini bergabung dengan perkumpulan rata-rata nilai tabungannya atau depositonya antara Rp 50 juta sampai Rp 200 juta.

“Saya belum melihat yang lebih dari Rp 500 juta,” ujarnya.

Secara kasar perkumpulkan korban BUKP Galur menghitung, jika 125 orang pemilik tabungan dan deposito ini masing-masing memiliki simpanan Rp 50 juta sampai Rp 100 juta maka dana raib antara Rp 6 – Rp 12 miliar.

Sasmito Nugroho secara prinsip hanya mempertanyakan kepada pihak managemen BUKP Galur, dikemanakan uang tabungan milik ratusan orang ini.

Karena tabungan mereka besar-besar mulau dari Rp 50 juta, hingga ratusan juta rupiah. Jumlah penabungnya atau pemilik depositonya juga banyak.

“Kalau uang tabungan mereka beredar di pinjaman, kan bisa dilaporkan kepada kami nasabah berapa jumlah dana di pinjaman dan berapa yang bermasalah berapa yang beres, “ ujarnya.

Namun laporan seperti itu tidak pernah ada, maka para korban BUKP Galur menyimpulkan ini pasti tangan-tangan nakal dalam managemen.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *