Takbir Keliling Memecah Keheningan Kota Wates Kulon Progo, Ada Cerita Nabi Yunus Hingga Roro Jonggrang

Lomba takbir keliling Idul Fitri 1446 Hijriyah, Minggu (30/3/2025) benar-benar memecah keheningan Kota Wates.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – PHBI Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wates Kota, Kabupaten Kulon Progo membuat kota ini bergema, malam ini.

Lomba takbir keliling Idul Fitri 1446 Hijriyah, benar-benar memecah keheningan Kota Wates.

Deru takbir seolah mebembus arsy, dan memantulkan berkah yang luar biasa. Sehingga malam ini semua umat muslim di kota ini bahagia.

Tak main-main, lomba takbir ini dimulai dengan kibaran bendera oleh Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, dan setiap peserta juga menampilkan kehebatannya dengan perpaduan artistik nan surgawi.

Mengemas cerita duniawi, kisah para nabi, dan pesan yang mendalam di dunia sesudahnya.

Para peserta takbir keliling seolah ingin melantunkan takbir hingga doanya sampai kepada hadapan Allah Sang Maha Pencipta.

Mereka mulai memanjatkan doanya melalui tema menjaga lingkungan, karena dengan menjaga lingkungan, berarti akan selalu merayakan kemenangan dengan penuh kesadaran.

Ada kisah Nabi Yunus yang diutus oleh Tuhan untuk memperingatkan penduduk kota Niniwe yang durhaka. Nabi Yunus frustrasi karena penduduknya tidak mendengarkan nasihatnya maka ia melarikan diri dengan naik kapal.

Ketika kapal itu terancam tenggelam akibat badai besar, Yunus mengaku bersalah dan meminta diri dilemparkan ke laut.

Nabi Yunus pun ditelan oleh seekor paus besar dan berada di dalam perut paus selama tiga hari tiga malam.

Dalam perut paus, Yunus berdoa kepada Tuhan memohon ampunan. Tuhan mengampuninya dan memerintahkan paus untuk memuntahkan Yunus di pantai.

BACA JUGA  Kloter Perdana Haji Debarkasi YIA Tiba, 357 Jamaah Kulon Progo Kembali ke Tanah Air

Ada cerita dunia seorang gadis kecil yang periang, tinggal di desa kecil Lhok Nga di tepi Pantai Aceh, dan mempunyai hidup yang indah sebagai anak bungsu dari keluarga Abi Usman.

Pada 26 Desember 2004, tiba-tiba terjadi gempa di lautlepas Aceh barat kota Meulaboh yang mengakibatkan terjadinya tsunami hingga melumat desa kecil Lhok Nga.

Delisa yang merupakan salah satu tokoh penggambaran tentang “The Spirit of Aceh”, dimana Delisa telah mengajarkan kepada kita tentang bagaimana kesedihan bisa menjadi kekuatan untuk tetap bertahan hidup.

Hingga tema tentang seorang Abrahah, yang membawa pasukan bergajah dan ingin menghancurkan ka’bah.

Namun pasukan gajah tumbang karena serangan burung ababil.

Hingga bertakbir dalam balutan cerita Roro Jonggrang yang dirangkai dalam judul, Dari Kutukan Menuju Keberkahan.

Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1446 Hijriyah, Mohon Maaf lahir Batin. Semoga Allah memberkahi seluruh aktivitas warga Kota Wates.

Liputan ini karena andil PHBI Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wates Kota / Dian Koprianing Nugraha. Tks

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *