Kulon Progo, Proliman News — Kelompok terbang (Kloter) YIA 01 yang menjadi kloter perdana pemulangan jamaah haji melalui Debarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) tiba di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin malam, 1 Juni 2026.
Ketua Kloter YIA 01 Qomaruzzaman mengatakan jumlah awal jamaah dalam kloter tersebut sebanyak 360 orang, terdiri atas 157 laki-laki dan 203 perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 357 jamaah kembali ke Indonesia bersama rombongan.
“Sebanyak 357 jamaah kembali ke Indonesia, terdiri atas 155 jamaah laki-laki dan 202 jamaah perempuan,” kata Qomaruzzaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo Wahib Jamil menyatakan seluruh jamaah yang tiba dalam kondisi baik.
“Alhamdulillah jamaah haji Kloter YIA 01 dapat kembali mendarat dengan selamat di tanah air. Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Namun, satu jamaah asal Kulon Progo dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Jamaah tersebut adalah Ngadikin warga Salam, Plumbon, Temon.
Selain itu, dua jamaah lainnya belum dapat kembali ke Indonesia karena masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Mereka adalah Jalal Amat Iman (66), warga Karangsari, Pengasih, yang dirawat di RS Al Shifaa Hospitel, serta Sabilah Somowijoyo (84), warga Ngentakrejo, Lendah, yang dirawat di RS Al Noor.
Jamil mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi kedua jamaah tersebut melalui petugas haji Indonesia yang berada di Arab Saudi.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kulon Progo Kholistin Arifiyani menilai penyelenggaraan embarkasi haji berbasis hotel di YIA tahun ini berjalan sukses.
“Embarkasi Haji berbasis hotel di YIA berhasil memberangkatkan 26 kloter dengan total 9.325 jamaah haji asal DIY dan wilayah eks-Karesidenan Kedu, Jawa Tengah,” kata Kholistin.
Menurut dia, keberhasilan tersebut menunjukkan kesiapan YIA sebagai embarkasi dan debarkasi haji yang melayani jamaah dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah eks-Karesidenan Kedu.
Petugas Karantina YIA Bina Primaisih mengatakan seluruh instansi yang terlibat telah melakukan koordinasi untuk memastikan proses pemulangan jamaah berjalan lancar.
“Seluruh stakeholder telah siap dalam pelayanan penyambutan kedatangan kloter pertama jamaah haji asal Kulon Progo,” ujarnya.
Dari sisi jamaah, Syamsudin, anggota Kloter YIA 01 Rombongan 8, menilai penyelenggaraan haji tahun ini berlangsung lebih tertata.
“Pihak otoritas Arab Saudi sangat memperhatikan kenyamanan penyelenggaraan musim haji. Pemeriksaan terhadap orang yang akan masuk ke Kota Mekkah sangat ketat sehingga pelaksanaan ibadah dapat berlangsung lebih tertib,” katanya.
Menurut Syamsudin, berbagai tahapan pelaksanaan ibadah haji diatur secara sistematis untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kenyamanan jamaah.
Pandangan serupa disampaikan Cahaya Putra Gumilang. Ia menilai pelayanan haji tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam aspek konsumsi dan pendampingan jamaah.
“Dari sisi konsumsi tidak ada jamaah yang terlantar karena masalah makanan. Bahkan dalam banyak kesempatan makanan yang tersedia cukup berlimpah,” ujarnya.
Kedatangan Kloter YIA 01 menandai dimulainya fase pemulangan jamaah haji melalui Debarkasi YIA tahun 2026. Pemulangan jamaah dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga seluruh kloter yang diberangkatkan melalui embarkasi YIA kembali ke tanah air.
Liputan : Anung Marganto



