Soal Tuduhan Ijasahnya Palsu, Presiden ke-7 RI Jokowi: Fitnah Muarahan yang Terus Diulang-ulang

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi serius munculnya kembali isu terkait keaslian ijazahnya. (foto/ist)

Solo, Proliman News – Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi serius munculnya kembali isu terkait keaslian ijazahnya.

Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut merupakan fitnah murahan yang terus diulang.

“Ya, itu apa ya, fitnah murahan yang diulang-ulang terus,” ujar Jokowi saat ditemui wartawan di rumahnya, Jalan Kutai Utara No. 1, Sumber, Solo.

Jokowi menekankan bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah berkali-kali mengklarifikasi keaslian ijazahnya.

Bahkan, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, juga telah menegaskan hal yang sama.

“Wong juga dari UGM dulu sudah juga menyampaikan. Ini Dekan Fakultas Kehutanan juga secara jelas dan tegas menyampaikan. Ya, kan. Teman-teman juga banyak sekali yang menyampaikan,” kata Jokowi.

Meski isu ini terus berulang, Jokowi mengaku tidak terganggu. Namun, ia menekankan bahwa pihak yang menuduh harus bisa membuktikan klaimnya.

“Ya enggak apa-apa. Kalau saya enggak bosen sih. Hahaha. Tetapi sekali lagi, yang mendalilkan itu yang membuktikan. Jangan saya yang suruh membuktikan. Yang mendalilkan itu yang harus membuktikan,” tegasnya, dikutip merdeka.

Isu mengenai ijazah dan skripsi palsu Jokowi pertama kali disebarkan oleh mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar.

Ia meragukan keaslian dokumen tersebut dengan alasan bahwa font Times New Roman yang digunakan pada lembar pengesahan dan sampul skripsi belum tersedia pada era 1980-an hingga 1990-an.

BACA JUGA  Roy Suryo: Dengan Kualitas Skripsi Seperti Itu Rasanya Tidak Mungkin UGM Keluarkan Ijasah untuk Jokowi

Namun, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa kabar mengenai ijazah palsu adalah informasi yang menyesatkan.

“Ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli,” tegas Sigit dalam keterangan tertulis, Jumat (21/3/2025).

Menurut Sigit, pada tahun tersebut banyak mahasiswa yang sudah menggunakan font Times New Roman atau jenis huruf serupa untuk sampul skripsi dan lembar pengesahan.

 Ia juga menyebut bahwa di sekitar kampus UGM terdapat beberapa percetakan yang melayani jasa cetak skripsi dengan standar tersebut.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *