Nasabah Korban BUKP Wates dan Galur Gelar Aksi Unjuk Rasa, Orator: Sri Sultan HB X Kami Minta Tutun Tangan !

Ratusan nasabah korban BUKP Wates, Kulon Progo, Kamis (24/4/2025) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor BUKP Wates.(foto/Gondo)

Kulon Progo, Proliman News – Ratusan nasabah korban BUKP Wates, Kulon Progo, Kamis (24/4/2025) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor BUKP Wates.

Mereka mendesak BUKP Wates segera mencairkan dana tabungan dan deposito yang rata-rata sudah dua tahun tidak bisa diambil karena konon tidak ada uang di kas BUKP Wates.

Orator aksi demi menyebut, dana mereka ini sudah terverifikasi sebanyak Rp 3,5 miliar, terdari dari deposito dan tabungan.

“Kami tiodak mau janji manis, tetapi bohonga. Kami tidak butuh omong kosong. Apa masalahnya tidak ada duit sepeserpun di kas BUKP Wates, hayo katakan, kemana uang kami,” ujarnya.

Ratusan nasabah tersebut sebelumnya berjalan keliling Pasar Bendungan, Wates, Kulon Progo dan terus menggaungkan yel-yel, “ cair-cair”.

Sayang saat sampai di Kantor BUKP Wates tidak ada satupun pegawai BUKP Wates yang berani keluar ruangan untuk menemui para pendemo.

Sementara saat di cek, di dalam kantor seluruh pegawai lengkap, yakni empat orang, namun mereka ngumpet di ruang belakang.

Karena tidak ada satupun pegawai BUKP Wates yang menemui pendemo, maka mereka pun kemudian memainkan bunyi-bunyian dari kaleng bekas roti. Mereka juga terus menggaungkan yel-yel “cair-cair”.

Dalam orasinya, seorang nasabah korban BUKP Wates mengatakan, bahwa pada aksi demo ini hanya sekedar pemanasan.

Jika mereka tidak ada kepastian kapan tabungan dan deposito mereka akan cair, maka selama itu pula mereka akan terus menggelar aksi demo disejumlah tempat.

BACA JUGA  Kadis Dikpora Kulon Progo Nur Wahyudi, Minta Buku 'Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' Jadikan Ruh Pendidikan

“Kami akan terus berdemo, berpindah-pindah hingga tuntutan kami didengar oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X,” uajarnya.

Karena BUKP Wates ini merupakan satu dari puluhan badan usaha milik Pemerintah DIY.

Markam juru bicara Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates mengatakan, pihaknya sebagai rakyat kecil meminta perlindungan dan pengayoman Ngraso Dalem Sri Sultan HB X, yang sekalugus sebagai Gubernur DIY.

“Kami orang-orang kecil, wong ndeso, tetapi kami tahu bahwa BUKP Wates dan BUKP lain di wilayah ini merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DIY,” tegasnya.

Rakyat kecil, lanjutnya, meminta Ngarso Dalem mau mendengarkan jeritan rakyat kecil yang sudah bersusah payah menabung dari hasil tetesan keringat, tetapi beberapa tahun ini ditipu oleh BUKP DIY.

Ketika pendemo bubar sejumlah wartawan masuk ke dalam kantor BUKP Wates dan terlihat ada empat karyawan berada di dalam.

Mereka mengenakan masker sehingga tidak terlihat wajahnya. Mereka hanya memberi smabutan ala kadarnya kepada wartawan yang mencoba mengkonfirmasi kenapa tabungan dan deposito tidak bisa dicairkan dalam tempo lama.

“Ya gemana ya, karena rush ( banyak yang menarik dana)”ujar salahs eorang karyawan yang mengaku bernama Tenti.

Selebihnya mereka tidak ada yang bicara lagi sambil terus mengenakan masker menjauh dari kerumunan wartawan yang berada di front office.

Karena tidak ada yang menemui pendemo kemudian menutup aksinya di BUKP Wates dan bergabung dengan nasabah korban BUKP Galur yang juga menggelar aksi serupa di depan Kantor BUKP Galur, di Jalan Raya Nagung – Brosot, Desa Pandowan, galur, Kulon Progo.

BACA JUGA  Jelang Armusna Jamaaah Mendapatkan Pembekalan Dari Sektor dan Ketua Kafilah Aisyiah DIY

Terlihat pengamanan di BUKP Galur cukup rapat baik dari kepolisian, Pol PP maupun dari TNI. Tidak banyak berorasi pendemo dengan sabar menunggu keluarnya karyawan BUKP Galur di halaman kantor.

Di BUKP Galur ini salah seorang pegawai yang juga mantan Kepala BUKP Galur, Untoro Haryadi didampingi Plt Kepala BUKP Galur, Gandung Istibiyanto bersedia menemui pendemo.

“Kami atas nama BUKP Galur mohon maaf kepaba panjenengan semua, karena tidak bisa meyalani pencairan tabungan atau deposito dengan cepat. Kami berjanji akan memenuhi kewajiban kami,” katanya.

Namun kapan pencairan dana tabungan dan deposito milik mereka bisa cair, pihaknya tidak bisa memberi jawaban pasti.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *