Gubernur Luthfi Akhirnya Gelontorkan Dana Rp6 Triliun untuk Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten/Kota

Pernyataan Gubernur Luthfi disampaikan saat memimpin Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu (23/04/2025). (foto/ist)

Klaten, Proliman News – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi harus menggelontorkan dana hingga Rp6 triliun untuk pembangunan infrastruktur di tingkat Kabupaten/Kota.

Padahal, sebelumnya untuk kebutuhan infrastruktur di tingkat Propinsi Jawa Tengah, mantan Kapolda Jawa Tengah ini hanya menganggarkan Rp800 miliar.

Pernyataan Gubernur Luthfi disampaikan saat memimpin Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu (23/04/2025).

Musrenbangwil dihadiri pimpinan daerah di 6 kabupaten/kota di Eks Karesidenan Surakarta, atau lebih dikenal sebagai Solo Raya. Mulai Kota Solo, Kabupaten Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri).

“Jangan asal colok (copy paste). Hampir semua pakai visi misi saat kampanye. Saya minta bupati dan wali kota lebih kreatif dan inovatif dalam pendanaan pembangunan di wilayahnya,” sentil gubernur menanggapi paparan para bupati dan wali kota yang disampaikan sebelumnya dalam acara tersebut.

Gubernur menegaskan, Musrenbang merupakan momen pembahasan masalah secara bottom up (dari bawah ke atas). Maka, tidak boleh asal-asalan.

Ahmad Luthfi mengatakan, dirinya sudah hafal betul kekuatan APBD masing-masing wilayah. Kekuatan PAD untuk pembangunan hanya sekitar 15 persen, sisanya 85 persen harus bekerja sama dengan swasta atau APBN.

“Tanya Pak Manto (Ketua DPRD Jateng). (Kabupaten/kota) Yen njaluk sak karepe dewe, kei pora? Dijawab, kekono. Durung njaluk, wis tak wenehi. (Kalau minta, semaunya sendiri. Dikasih tidak? Dijawab, dikasih. Sebelum meminta, sudah tak kasih),” kata Gubernur Lutfhi lagi.

BACA JUGA  Soloraya Great Sale 2025 Sukses Besar, Model Ini Akan Direplika ke Seluruh Karesidenan di Jawa Tengah

Pada Musrenbangwil tersebut, Ahmad Luthfi mengatakan, tahun 2025 fokus ke pembangunan infrastruktur. Tahun 2026 fokus swasembada pangan.

“Maka, infrsatruktur yang digarap tahun ini harus mendukung keberhasilan pangan tahun depan,” tandas Luthfi.

Sementara itu, bupati dan wali kota secara bergantian memaparkan kondisi di daerah dan rencana ke depannya. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, pihaknya mendorong infrastruktur jalan di Rawa Jombor. Selain sebagai akses pariwisata juga merupakan jalur pertanian.

Wali Kota Solo, Respati mengatakan, Solo mendukung swasembada pangan melalui perluasan lapangan kerja hingga peningkatan daya saing UMKM.

Sementara Kabupaten Boyolali dan Sukoharjo mengusulkan pembangunan irigasi serta rehab jalan di jalur pertanian.

Senada, Bupati Karanganyar dan Wonogiri juga mengajukan jalur-jalur pariwisata serta irigasi.

Kemudian Bupati Sragen meminta anggaran lebih dari Rp 40 miliar untuk pembangunan embung, rehabilitasi jaringan irigasi, serta kandang ternak komunal.

Liputan : Lik Sarnawi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *