Kulon Progo, Proliman News – Jumlah simpanan yang tidak bisa ditarik dari BUKP Wates dan BUKP Galur, hingga Jumat (25/4/2025) ini terverifikasi ada 222 nasabah, sebesar Rp 8,01 miliar.
Dari Paguyunan Nasabah Korban BUKP Wates, diperoleh konfirmasi jumlah nasabah mencapai 118 orang dengan nilai simpanan baik dalam bentuk deposito maupun tabungan biasa mencapai Rp 3,870 miliar.
“Ada beberapa nasabah yang ternyata tidak mau dimasukkan dalam daftar anggota entah kenapa, dan ada yang keluar dari daftar keanggotaan paguyuban, “ ujar Andri Irwanto, Bendahara Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates, dikonfirmasi.
Jumlah nasabah yang tidak mau dimasukkan dalam daftar anggota paguyuban ini menyatakan tetap mendukung gerakan semua anggota paguyuban tetapi tabungannya dan depositonya tidak mau dicatat.
Jumlah besaran simpanan mereka yang seperti ini mencapai lebih dari Rp 500 juta, sehingga kalau kemarin sudah terverifikasi sekarang harus di drop karena permintaan mereka sendiri.
Sementara, dari Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur terverifikasi sebanyak 105 orang dengan nilai tabungan serta deposito sebesar Rp 4,142 miliar.
“Hasil rekapitulasi per Jum’at (25/4/2025) siang segitu itu angkanya, kami sampaikan utuh, ya,” ujar Sasmito Nugroho, Ketua Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur, terkonfirmasi.
Ia mengatakan, ada beberapa nasabah yang masih ragu-ragu untuk bergabung dengan paguyuban karena alasan tertentu, seperti meyakini suatu saat uangnya pasti kembali atau cair, entah kapan.
Kemudian ada juga nasabah yang tetap diam seribu bahasa meski perjuangan ratusan nasabah sudah sedemikian gencar hingga berencana terus menggelar aksi demo.
“Ya itu pilihan masing-masing, monggo saja yang tidak mau gabung dan monggo saja yang yakin dananya akan cair tanpa diperjuangkan,” katanya.
Liputan : Suyono Sugondo




Terus push…tentang bukp diy.
Yang pegawai bukp selalu woro2…ayo nabung ke bukp diy, yg katanya bank milik p gubernur sri sultan, yang selalu mendoktrin pedagang kecil. Merayu seperti memaksa, sampai sungkan untuk menolak. Di datangi mulu, di wa atau mulu…ayo bukp wates bertanggungjawab dong..