Temanggung, Proliman News – Menyambut Hari Raya Waisak Senin 12 Meri 2025 mendatang, umat buddha dari Sangha Mahayana menggelar ritual Atthasila.
Ritual Atthasila atau puasa sebelum puncak peringatan Hari Raya Waisak ini, diadakan di Vihara Bodhi Dharma desa Gandon, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah.
Ritual pengambilan sila ini dimulai sejak pukul enam pagi, yang akan berlangsung hingga sore nanti.
Sejumlah umat buddha dari Sangha Mahayana ini, tampak dengan khidmat mengikuti doa – doa yang dipimpin tiga orang bhiksu.
Pembacaan doa Ritual Atthasila ini dibagi dalam tiga sesi yakni pukul enam, pukul sepuluh dan pukul enam belas sore nanti.
Bhiksu Samantha Kusala Mahasthavira menjelaskan, Ritual Atthasila dilakukan umat budha setiap tahun menjelang perayaan Hari Raya Waisak.
Selain menggelar doa – doa, para umat buddha juga berpuasa selama satu hari sebelum puncak waisak.
“Atthasila adalah kedisiplinan moral yang dianjurkan sang buddha bagi umat buddha untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Di negara-negara Buddhis, Atthasila pada umumnya dilaksanakan oleh umat Buddha pada hari-hari menurut penanggalan bulan,” ungkapnya.
Saat puasa Atthasila, umat Buddha tidak dibolehkan makan setelah lewat tengah hari, ketika matahari tepat di atas kepala (sekitar jam 12 siang) hingga matahari terbit.
Lebih lanjut, ada delapan aturan yang harus dilakukan umat Buddha saat mengikuti puasa Atthasila, yaitu dilarang menyakiti dan membunuh makhluk hidup, dilarang mencuri, berhubungan seksual, mengeluarkan ucapan kasar, fitnah, bohong dan menyakiti makhluk lain. Para umat juga dilarang konsumsi segala minuman keras, menari, menyanyi, bermain musik, melihat permainan atau pertunjukkan, dan memakai alat kosmetik untuk tujuan mempercantik diri.
Umat Buddha akan merayakan Hari Raya Waisak 2025 pada tanggal 12 Mei 2025 mendatang.
Liputan : Bagus Kiswanto



