Kulon Progo Gelap, Dishub : Kita Butuh 10.600 Lampu Jalan Tetapi Anggaran Tidak Ada, LKAP : Ajak Bicara Warga

Jembatan Pandansimo hingga 8 kilometer ke barat hingga Kalurahan Harongan, kondisi sangat gelap. Ini memang jalan nasional, tetapi di samping kirikanan jalan pemukiman warga Kulon Progo. (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Tidak dipungkiri, sejumlah ruas jalan kabupaten di Kulon Progo masih gelap.

Masih banyak titik yang perlu dipasangi LPJU karena memang belum ada. Sehingga kondisinya sangat gelap kala malam hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kulonprogo, Ariadi mengakui capaian LPJU jalan kabupaten baru sekitar 16 persen.

“Baru tercapai itu jadi masih banyak kurangnya,” katanya, kepada harian jogja Jumat (9/5/2025).

Dia tidak tahu sampai kapan pigaknya dapat memenuhi kebutuh LPJU sehingga Kulon Progo tidak gelap lagi.

Ia menambahkan, untuk penambahan LPJU tentu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Ariadi mengungkapkan, di Kulon Progo masih kurang sekitar 10.600 unit LPJU untuk menjadikan wilayah ini menjadi terang.

“Sekarang LPJU yang terpasang baru 2.100 untuk 100 persennya harus terpasang sekitar 12.700 unit,” sambungnya.

Ia juga mengakui di semua kapanewon masih banyak yang kurang LPJU. Sehingga sangat krodit membutuhkan penambahan LPJU agar malam hari lebih terang.

Namun, menurutnya, penambahan LPJU sudah menjadi prioritas untuk terus ditingkatkan.

Ariadi menjelaskan, ada beberapa kriteria prioritas yang wajib ada penambahan LPJU.

Seperti di antaranya titik strategis dekat fasilitas pemerintahan kalurahan dan kapanewon.

“Simpangan yang ramai lalu lintas, akses jalan menuju destinasi wisata ataupun pusat perekonomian kapanewon,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap tahun selalu ada penambahan LPJU di tingkat kapanewon.

Namun, terkadang dalam pemasangan LPJU itu tidak komplit. Dia mencontohkan misalnya ruas jalan sepanjang empat kilometer tetapi LPJU baru terakomidir 2 kilometer, sehingga  belum 100 persen.

BACA JUGA  Eko Suwanto Ucapkan Selamat HUT 270 Kota Jogja, Dorong Pemkot Kerja Keras Wujudkan Pro Poor Budgeting

Ariadi menuturkan, untuk tahun ini pun ada pengadaan LPJU sebanyak 177 titik yang bersumber dari APBD Kulonprogo dan dana keistimewaan (danais).

“152 titik LPJU pakai APBD murni di 12 kapanewon dan 25 sisanya danais di perkotaan dan sekitaran Menoreh dekat Tonogoro,” tandasnya.

Kini semuanya masih dalam proses pengadaaan untuk nantinya dilanjutkan dengan pemasangan.

Direktur LKAP Kulon Progo Priyo Santoso, menanggapi hal ini menyatakan, sekarang saatnya semua pejabat pemerintah melakukan komunikasi dengan masyarakat.

“Kalau jalan itu terang kan masyarakat senang, produktif, kalau pemerintah tidak memiliki kemampuan mestinya dilakukan pendekatan dengan masyarakat,” ujarnya.

Dengan cara masyarakat diajak memasang lampu di pinggir jalan didekat mereka tinggal.

“Yang semula warga hanya pasang lampu 20 watt nisa dinaikan menjadi 25 watt, atau 40 watt, jika pemerintah, pejabatnya, mau berkomunikasi dan dibuat sedikit seragam, warga pasti mau,” katanya.

Tetapi sekarang ini pejabat, pemerintah, sudah terlanjut jauh dari masyarakatnya. Sehingga mereka ini mikirnya hanya bagaimana menjalankan dana APBD, APBN, atau sumber pemerintah yang lain.

“Mari kita coba dengan cara membangun dengan melibatkan peran serta dan kekuatan masyarakat,” ujarnya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *