Mesin Perahu Milik Relawan Hutan Mangrove Hilir Sungai Progo Hilang Digondol Maling, Kegiatan Macet !

Mesin kapal milik relawan hutan mangrove di hilir Sungai Progo diketahui hilang dicuri maling, Kamis ( 8/ 5/2025) pagi.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Mesin kapal milik relawan hutan mangrove di hilir Sungai Progo diketahui hilang dicuri maling, Kamis ( 8/ 5/2025) pagi.

Mesin tersebut selama ini selalu nempel di buritan perahu yang diparkir (sandar, red) di Dermaga Wisata Magrove, Dusun Bleberan, Banaran, Galur, Kulon Progo.

“Memang selama ini nggak dilepas, karena kita mikirnya wilayah ini aman. Dan itu mesin perahu untuk relawan hutan mangrove,” ujar Surono salah seorang relawan hutan mangrove Sungai Progo.

Dengan hilangnya mesin perahu ini, akibatnya kapal yang setiap harinya digunakan untuk merawat tanaman mangrove, mengangkut benih atau mengangkut tamu itu tidak bergerak.

Surono, mengatakan, mesin tersebut diketahui hilang Kamis (8/5/2025) pagi saat sejumlah relawan akan melakukan kegiatan peratawan tanaman mangrove.

“Kemungkinan dicurinya hari Rabu (7/5/2025) malam, karena sehari sebelumnya kita masih pakai untuk ceking mangrove,” ujar Surono ketika dikonfirmasinya.

Ia mengaku, mesin tersebut merupakan mesin pompa air produksi Thailand dan semula dibeli bekas dari seseorang seharga Rp 4,5 juta.

“Kalau beli baru kemungkinan harganya mencapai Rp5,5 juta, nggak tahu kalau sekarang berapa,” ujarnya menambahkan.

Mesin tersebut semula milik pribadi Surono lalu dihibahkan kepada tim relawan hutan mangrove di hilir Sungai Progo karena masyarakat di Dusun Bleberan dan Sawahan Banaran, galur, Kulon Progo, bersemangat membuat hutan mangrove sejak dua tahun lalu.

BACA JUGA  Rayakan Lima Tahun Mengabdi dari Hati SAR SiGAP Lintas Batas Perkuat Kemanusiaan Potong Tumpeng

“Hanya itu transportasi yang setiap hari bisa kita gunakan, dan selama ini kita parkir di Dermaga Wisata Mangrove Pedukuhan Bleberan, Banaran, Galur, Kulon Progo, mikirnya aman lah,” ujarnya.

Dengan hilangnya mesin perahu tersebut kini kegiatan penanaman, perawatan dan kunjungan ke hutan mangrove di hilir Sungai Progo pun terhenti.

Surono mengaku belum melapor ke polisi, karena masih akan berembug dengan teman-temannya di Tim Relawan Hutan Mangrove Sungai Progo.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *