Temanggung, Proliman News – Bupati Temanggung, Agus Setyawan tidak main-main dengan gerakannya membebaskan wilayah ini bebas dari sampah plastik.
Momen Idul Adha menjadi gebrakan untuk mengajak masyarakat membebaskan wilayah ini dari sampah plastik.
Ia meminta agar pembagian daging kurban menggunakan perkakas dari alam, seperti besek, anyaman daun bambu, atau kerangjang bambu.
Maka sebanyak 177 petugas Tim Pengawasan dan Tim Pendataan Penyembelihan Hewan Kurban tahun 2025, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) dikerahkan untuk memantau semua wilayah.
Kepala DKPPP Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, telah membentuk Tim Pengawasan dan Tim Pendataan Penyembelihan Hewan Kurban dengan jumlah personel 177 petugas.
“Mereka terdiri dari DKPPP, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Jawa Tengah 3, dan paramedis veteriner indonesia,” kata Joko Budi Nuryanto.
Ia merinci, petugas untuk tim pengawasan, yakni dokter hewan 17 orang, paramedis atau mantri hewan 23 orang, dan petugas peternakan 15 orang. Sedangkan tim pendataan penyembelihan hewan kurban terdiri dari penyuluh sebanyak 122 orang.
Disampaikan pada hari H penyembelihan, petugas akan terjun di tempat-tempat penyembelihan hewan kurban yang tersebar di Kabupaten Temanggung, selain juga di tempat pemotongan hewan yang dimiliki Pemkab Temanggung.
Saat ini, mereka bertugas antara lain memeriksa kesehatan hewan yang akan dipotong untuk kurban, di peternakan, maupun di pasar ternak yang ada. Selain itu, mereka juga memberikan sosialisasi tata cara pemotongan hewan kurban.
“Untuk hewan kurban yang dinilai tidak memenuhi syarat, petugas akan meminta untuk diganti, sementara yang sakit dapat diobati,” ujarnya.
Ia menyampaikan, untuk hasil pengawasan perdagangan di pasar ternak rata-rata hewan dalam kondisi sehat dan terjadi peningkatan perdagangan di pasar ternak sekitar 50 hingga 60%.
Meski begitu, untuk ketersediaan hewan kurban, terutama domba di Temanggung dipastikan aman, berdasarkan jumlah hewan yang ada dan perkiraan permintaan.
Joko Budi menambahkan, dimungkinkan pada tahun 2025, potensi kebutuhan sapi mencapai 1672 ekor, kambing 521 ekor dan domba 17.428 ekor dari ketersediaan sapi 939 ekor, kerbau 14 ekor, kambing 5277 ekor dan domba 23.749 ekor.
Adapun data jumlah hewan kurban untuk dua tahun terakhir, tahun 2023 sapi sejumlah 1699 ekor, kambing 378 ekor, dan domba 16.099 dan kerbau 1 ekor, dengan total sebanyak 18.177 ekor.
Sementara pada tahun 2024, sapi sebanyak 1672 ekor, kambing 521 ekor, domba 17.428 ekor dan kerbau 2 ekor, dengan total 19.623 ekor.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Temanggung menegaskan komitmennya dalam penegakan aturan lingkungan dengan menyoroti sanksi bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan.
Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diisi dengan aksi pemungutan sampah plastik serentak, Rabu (5/6/2025) pagi.
Aksi bertajuk Hentikan Polusi Plastik tersebut dipusatkan di Taman Pancasila dan melibatkan lebih dari 300 personel gabungan.
Fokus kegiatan tertuju pada area Pasar Kliwon Temanggung, yang dikenal memiliki aktivitas perdagangan padat dan produksi sampah tinggi.
Wakil Bupati Nadia Muna, yang memimpin apel kegiatan, secara tegas menyampaikan, bahwa pemerintah daerah akan memberlakukan sanksi bagi warga yang tidak mematuhi aturan pembuangan sampah.
“Sesuai data, di tahun 2028 TPA kita akan penuh, sehingga ini perlu kita tingkatkan lagi. Kita akan memberi sanksi bagi para pelaku pelanggar sampah yang tidak tepat,” tegas Nadia.
Wabup juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan bahan sekali pakai yang sulit terurai, khususnya plastik, serta lebih disiplin dalam mengelola sampah rumah tangga.
“Aksi ini adalah bagian dari sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan yang tidak dapat didaur ulang, plastik salah satunya,” imbuhnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung, Prasodjo, menambahkan, bahwa aksi pemungutan sampah dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan dan desa, sebagai upaya masif untuk menekan volume sampah plastik.
Dengan penegakan aturan dan gerakan bersama lintas wilayah, Pemkab Temanggung berharap tercipta budaya bersih yang berkelanjutan, serta kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan lestari.
Liputan : Suyono Sugondo



