Pengganti Geblek Renteng Diluncurkan Batik Motif Binangun Kertoraharjo Jadi Seragam Pegawai dan Sekolah

“Batik motif Binangun Kertoraharjo itu memang untuk seragam pegawai, seragan sekolah, karang taruna dan sebagainya. Tinggal nanti menyesuaikan warnanya, ujar Joko Mursito. (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Pemda Kulon Progo secara resmi menetapkan dua motif batik sebagai pengganti motif geblek renteng.

Satu, motif Songsong Agung Ngambararum, karya Bayu Permadi sebagai batik khas Kulon Progo yang penggunaannya untuk berbagai acara resmi.

Kedua, motif Binangun Kertoraharjo, karya Agus Setyo Nugroho sebagai batik khas yang berfungsi untuk seragam sekolah, pakaian kantor atau paguyuban-paguyuban.

Kedua batik matif batik tersebut diperoleh setelah melalui serangkaian penilaian terhadap 23 motif lain yang ikut serta dalam seleksi.

Jumat (13/6/2025) malam, dua motif tersebut diperkenalkan kepada publik sekaligus sebagai acara penetapan sebagai batik wajib Kulon Progo.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito, ketika dihubungi mengatakan, bahwa batik motif Songsong Agung Ngambar Arum lebih digunakan untuk acara-acara resmi.

“Bisa untuk mantenan, sarasehan, atau acara resmi – resmi lain, ” katanya ketika diminta konfirmasinya Sabtu (14/6/2025) pagi.

Sedang batik motif Binangun Kertoraharjo itu digunakan untuk seragam pegawai, seragam sekolah, atau seragam komunitas.

“Batik motif Binangun Kertoraharjo itu memang untuk seragam pegawai, seragan sekolah, karang taruna dan sebagainya. Tinggal nanti menyesuaikan warnanya,
ujar Joko Mursito.

Sehingga kedua motif tersebut kini secara resmi telah menggantikan batik motif Geblek Renteng.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, batik baru ini merupakan identitas baru bagi Kulon Progo.

BACA JUGA  Penunjukan Plh. Gubernur, Prosedur Administratif Normatif

Tentunya memiliki ciri khas, keindahan, dan nilai budaya tinggi. Kedua motif tersebut merupakan karya perajin lokal.

“Kedua motif batik ini menjadi identitas Kulon Progo yang akan menjadi kebanggan kita,” ujar Agung dalam sambutannya di acara Romansa Pansela Pantai Glagah Jumat (13/6) malam.

Agung menjelaskan, batik yang di-launching akan menjadi entitas baru. Sesegera mungkin akan disosialisasikan ke masyarakat luas. Tujuannya, agar masyarakat memahami batik ini.

Menurutnya, sosialisasi akan didukung oleh pemkab, dengan cara setiap instansi pemkab mengenakan dua motif batik tersebut.

“Diawali dari instansi-instansi yang ada di Kulon Progo,” tegasnya.

Nama Songsong Agung Ngambararum erat kaitannya dengan bahasa Jawa yang jarang digunakan kehidupan sehari-hari.

Songsong memiliki arti simbol perlindungan. Agung berarti kemulian. Sedangkan Ngambararum, memiliki makna menyebarkan wewangian.

Sementara batik Binangun Kertoraharjo, disebut akan digunakan untuk seragam sekolah, pegawai atau komunitas.

Binangun merupakan simbol gunungan yang sejak berdirinya Kulon Progo telah ada. Sedangkan, Kertoraharjo merupakan makna kemakmuran, kedamaian, dan keselamatan.

Liputan : Suyono Sugondo/Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar