Kulon Progo, Proliman News – Beredar kabar bahwa Jembatan Pandansimo yang menguhungkan Kabupaten Kulon Progo – Bantul melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), akan dibuka tanggal 20 Juli 2025.
Kantor Berita Antara, bahkan telah merilis dalam sebuah caption foto Jembatan Srandakan bahwa jembatan terindah di Indonesia ini akan diremikan tangal 20 Juli 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Berita bakal dibukanya Jembatan Pandansimo ini tentu membuat masyarakat sangat senang karena dengan demikian JJLS akan segera berfungsi secara efektif.
Hanya memang seputaran lokasi Jembatan Pandansimo khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Kulon Progo masih porak poranda. Sejumlah jalan yang terhubung dengan sisi barat jembatan dalam kondisi rusak parah.
Papan penunjuk arah belum ada, dan suasana malam di sepanjang JJLS sisi barat jembatan masih gelap karena tidak ada lampu penerangan jalan.
Menanggapi berita ini Direktur Lembaga Kajian dan Advokasi Pembangunan (LKAP) Kulon Progo, Priyo Santoso mengatakan masyarakat berharap Wijaya Karya dan Adi Karya sebagai pelaksana proyek Jembatan Pandansimo segera bertindak.
Jika tanggal 20 Juli 2025 jembatan sepanjang 2 kilometer tersebut akan dibuka untuk lalu lintas umum sangat tidak aman jika kondisi lampu jalan dan akses jalan exit atau jalan ke luar masih sangat berantakan.
“Sebaiknya pelaksana proyek Jembatan Pandansimo segera bergerak, itu jalan masih sangat kacau di sisi kanan dan kiri jembatan. Atau rakyat harus turun tangan membenagi jalan dengan swadaya ? Bilang saja jika memang tidak ada ada anggaran,” ujarnya.
Sementara Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) DIY buka suara soal kabar yang menyebut peresmian Jembatan Pandansimo akan dilangsungkan pada 20 Juli 2025 mendatang. Kabar tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial dan disebut akan dihadiri langsung oleh Presiden RI.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY, Setiawan Wibowo mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi soal agenda peresmian tersebut.
“Sampai saat ini saya belum ada info terkait dengan peresmian,” ujarnya, Rabu (25/6/2026).
Menurut Setiawan pengerjaan Jembatan Pandansimo sekarang masih berlangsung meskipun sifatnya ringan.
Setelah tampung nantinya akan ada serah terima proyek kepada pemerintah pusat. Ia bilang Satker PJN DIY hanya bertugas sebagai pelaksana proyek, sementara kewenangan peresmian mutlak milik pemerintah.
Meski begitu, Setiawan menyampaikan bahwa secara struktur, jembatan yang membentang di atas Sungai Progo itu telah selesai dibangun.
Saat ini, pekerjaan yang tersisa adalah penyempurnaan dan penyelesaian elemen pendukung saja.
Salah satu kendala utama yang belum terselesaikan adalah penyambungan jaringan listrik dari PLN.
“Kami masih tunggu penyambungan listrik dari PLN, sudah bersurat tapi belum tersambung,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Liputan : Suyono Sugondo



