Klub Sepakbola BADAIMu Kulon Progo Itu Memikul Tugas Sebagai Barisan Dakwah Islam Muhammadiyah

Klub ini diharapkan menjadi perekat antar warga Muhammdiyah karena tugasnya memang untuk syiar bukan prestasi.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Klub sepakbola kapuk U-40Up BADAIMu Kulon Progo resmi diperkenalkan kepada publik Jum’at (27/6/2025) di Stadion Cangkring, Wates.

Klub ini diharapkan menjadi perekat antar warga Muhammdiyah karena tugasnya memang untuk syiar bukan prestasi.

Sebagaimana namanya, BADAIMu adalah Barisan Dakwah Islam Muhammadiyah, didedikasikan untuk membangun suasana gembira dimanapun klub ini bertanding.

“Ya, cita-citanya agar jalinan silaturahmi di kalangan warga Muhammadiyah khususnya semakin erat dan persaudaraan antar muslim semakin meningkat. Itu saja,” ujar Kalis Gatot Raharjo, Ketua Klub BADAIMu Kulon Progo, Minggu (29/6/2025).

Tetapi sebagaimana klub sepakbola lainnya, BADAIMu tetap saja tugas utamanya bertanding dalam berbagai kompetisi kalau ada, pada pertandingan persahabatan antar klub dan road show dari kampung ke kampung.

Tujuannya agar di kenal masyarakat umum kalau Muhammadiyah Kulon Progo punya klub sepakbola di luar prestasi dan harapan ada turnamen di setiap tahunnya, bisa antar kabupaten atau nasional.

“Misalnya dalam rangka Milad Muhammadiyah dilakukan turnamen antar klub sepakbola U-4Up atau sepakbola kapuk agar semakin meriah syiarnya,” ujar Kalis Gatot Raharjo didampingi Bendahara Klub BADAIMu Sukriyanto.

Ia mengatakan, itu arah ke depan didirikannya klub sepakbola U-40Up BADAIMu Kulon Progo. Tetapi dengan klub ini minimal sering bertandang ke klub-klub lain di wilayah ini, dan klub yang bertanding pasti disebut namanya.

BACA JUGA  Cilacap Jateng Kembali Jadi Ajang Balap Trail Internasional Hiu Selatan Hard Enduro 2024 Pada 5-7 Juli Besuk

“Kan begitu, selalu ada woro-woro sebelumnya, siapa yang bertanding, dan nama BADAIMu Kulon Progo pasti disebut. Ini menggugah semangat warga Muhammadiyah, ini namanya syiar melalui club,” paparnya.

Kenapa ini menjadi penting, karena Muhammadiyah itu harus menyelusup dalam setiap ruang hidup masyarakat sebagai organisasi keagamaan yang lengkap dan mengakar.

Salah satunya menyelusup melalui klub sepakbola, karena olahraga ini paling populer di masyarakat Indonesia sejak zaman dulu.

“Di kita itu juga ada lembaga pengembangan olahraga, prestasi dan rekreasi. Maka kami sering kumpul ngobrol lalu terbentuklah klub sepakbola BADAIMu Kulon Progo, sebagai perwujudan klub olahraga rekreasi dan syiar,” tegasnya.

Semuanya hanya untuk syiar, rekreasi, sarana menjalin silaturahmi guna nambah kedekatan dan membesarkan muhammadiyah di masyarakat.

Ia mengaku berdirinya klub sepakbola U-40Up BADAIMu Kulon Progo diilhami oleh banyaknya klub U- 40Up di wilayah DIY dan Jateng sejak 8 tahun lalu.

“Hampir semua daerah semarak sepak bola kapukan. Lalu kita diskusikan dengan teman-teman, lalu sepakat ada klub BADAIMu Kulon Progo, di sini ada sejumlah tokoh bola Kulon Progo, seperti saudara Sukriyanto, Agus Ridwanto, dan tokoh tua lain,” katanya.

Ia merancang dalam waktu dekat ini BADAIMu Kulon Progo bisa bertandang ke wilayah-wilayah selain Kulon Progo sekedar untuk menjalin silaturahmi dengan sesama mantan pemain kompetisi di saat muda dulu.

BACA JUGA  Prediksi Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Prancis — Clash of Titans di New York

“Harapanya BADAIMu Kulon Progo bisa menjadi pionir di kalangan Muhammadiyah secara nasional dalam bidang olah raga rekreasi. Karena ini bukan klub olahraga prestasi,” ungkapnya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *