Ide Bupati Agus Setyawan Membuka Rumah Singgah di Semarang dan Yogyakarta Terus Menuai Pujian Warga !

Peluncuran Rumah Singgah di dua kota itu masih menjadi pembicaraan publik. Ide mendirikan Rumah Singgah itu dinilai sangat humanis.(foto/ist)

Temanggung, Proliman News – Ingat tentang Rumah Singgah, yang diluncurkan Bupati Temanggung Agus Setyawan seminggu lalu di Semarang dan Yogyakarta ?

Peluncuran Rumah Singgah di dua kota itu masih menjadi pembicaraan publik. Ide mendirikan Rumah Singgah itu dinilai sangat humanis.

Pendirian Rumah Singgah di Kota Semarang dan Yogyakarta itu pun mendapat apresiasi warga karena dianggap sebagai terobosan luar biasa.

Karena Rumah Singgah memberi manfaat besar bagi warga yang kesusahan karena sakit dan harus dirujuk ke Semarang atau Yogyakarta.

Bukan hanya untuk pasien rujukan, Rumah Singgah juga bisa digunakan oleh keluarga pasien yang harus menunggu keluarganya yang sakit di rumah sakit yang ada di dua kota tersebut.

Rumah Singgah itu kini ramai diakses oleh warga melalui Dinas Sosial Kabupaten Temanggung.

Ide mendirikan Rumah Singgah bagi Agus Setyawan ternyata tidak datang tiba-tiba. Namun merupakan gagasan panjang,  sejak sebelum Agus Setyawan menjabat sebagai bupati.

Ketika ditemui di kantornya, Agus Setyawan menuturkan sejak masih duduk di bangku kuliah, ia bahkan telah menyediakan Rumah Singgah secara mandiri yang berlokasi di Yogyakarta.

“Rumah Singgah waktu itu baru diperuntukkan bagi tetangga, sanak saudara, relasi, dan handai taulan yang tengah berkepentingan di seputaran Kota Gudeg Yogyakarta,” katanya.

Menurutnya, fasilitas Rumah Singgah sangat dibutuhkan oleh mereka yang isi kantongnya pas-pasan.

BACA JUGA  HUT ke-270 Kota Jogja Jadi Momentum Dongkrak Wisatawan, Pemkot Targetkan Peningkatan Lama Tinggal

Ia menuturkan, Rumah Singgah itu ada setelah dirinya meminjam rumah salah seorang saudara. Rumah Singgah itu diperuntukkan bagi mereka yang tengah berkepentingan di Yogyakarta.

Terutama mereka yang menjadi pasien atau penunggu pasien di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta.

“Saya merasakan betul mereka yang tengah berkepentingan di Yogyakarta kerepotan untuk mencari tempat beristirahat,”katanya.

 Terutama bagi yang tengah menunggu keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit rujukan di Yogyakarta. Kalau harus harus pulang pergi Temanggung-Yogyakarta setiap hari tentu menguras energi dan biaya.

“Apalagi bagi mereka yang, mohon maaf sekali, terbilang dalam kondisi pas-pasan,” kenangnya, ditemui Rabu (2/7/2025).

Mengingat besarnya manfaat yang dirasakan oleh orang lain, gagasan tersebut terus berlanjut saat dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Campurejo, Kecamatan Tretep Temanggung tahun 2007.

“Kala itu, tidak sedikit warganya yang terbantu berkat keberadaan Rumah Singgah yang ia sediakan,”lanjutnya.

Hatinya iba, ketika banyak orang yang ia kenal mengeluhkan sulitnya memperoleh akses tempat singgah.

“Selama menjabat sebagai Kepala Desa Campurejo, saya  berinisiatif menyediakan fasilitas tersebut bagi siapa saja yang membutuhkan.,”katanya.

 Saat seseorang terkena musibah sakit dan harus dirujuk, pasti anggota keluarganya yang menunggu pasien juga ikut merasa susah. Energinya terkuras, biayanya juga.

Berangkat dari pengalaman itu, saat ia duduk sebagai orang nomor satu di Kabupaten Temanggung, lantas merealisasikan layanan Rumah Singgah dengan jangkauan yang lebih besar.

BACA JUGA  Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon akan Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni Kulon Progo

Tepat pada Rabu (25/6/2025) lalu, dua lokasi Rumah Singgah di Semarang dan Yogyakarta resmi diluncurkan.

Yakni Rumah Singgah Semarang yang beralamat di kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, tidak jauh dari Rumah Sakit Karyadi. Serta Rumah Singgah Yogyakarta yang beralamat di Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, dimana lokasinya tak jauh dari Rumah Sakit Sardjito.

Selain pasien rujukan, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh pihak keluarga dan penunggu pasien, khususnya yang masuk kategori masyarakat kurang mampu.

Tempat ini bahkan telah dilengkapi sarana dan pra sarana, seperti kamar tidur hingga dapur bersama.

“Rumah Singgah ini tidak melulu bagi penunggu pasien rujukan saja. Akan tetapi juga pendamping dan calon pelajar/mahasiswa, hingga para pencari kerja. Yang penting ber-KTP Temanggung,” pungkasnya.

Liputan : Bagus Kiswanto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *