Kulon Progo, Proliman News – Warga Perumahan Bumi Progo Sejahtera (PBS), Margosari, Pengasih, Kulon Progo, meminta Pemda Kulon Progo ikut terlibat membanguni tembok pengaman banjir yang setiap kali menimpa perumahan tersebut.
“Kami juga warga Kulon Progo, kami terlanjur beli rumah di sini, bermukin di daerah rawan banjir tinggi. Kenapa surat kami sampai yang kedua kalinya dikirim kirim tidak mendapat tanggapan sama sekali,” ujar Joko Triyatno, Ketua Panitia Pembangunan Floodwall Perumahan BPS.
Padahal saat kami terendam banjir musim kemarin Bupati / Wakil Bupati Kulon Progo juga meninjuau. Artinya keduanya tahu kalau kami benar-benar berada di kawasan bahaya banjir, lanjutnya.
“Kan jelas bahwa musim penghujan kemarin perumahan ini terendam air setinggi 2 meter, Wakil Bupati Ambar Purwoko datang, dia kan juga warga sini, ” ujar Joko Triyatno.
Joko Triyatno mengatakan, bahkan Perusahaan Pengembang Perumahan BPS itu salah satu diresksinya dulu ada Ambar Purwoko, yang kini jadi Wakil Bupati.
Ia menegaskan, warga tidak meminta Pemda Kulon Progo untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan benteng pengaman banjir setinggi 2,5 meter dengan tebal pondasi satu meter dan benteng setebal 40 centimeter tersebut.’
“Tetapi warga minta Pemda Kulon Progo terlibat, yakni dengan memberi bantuan setidaknya separo dari kebutuhan anggaran yang diperlukan, yakni sebesar Rp 250 juta,” katanya.
Periciannya, biaya pembangunan tersebut diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 430 juta, iuran warga maksimal Rp 125 juta, karena setiap rumah yang berpenghuni dipungut Rp 1 juta.
Di Perumahan BPS kini tinggal sesuai catatan 250 warga, tetapi riilnya hanya sekitar 125 kepala keluarga. Yang lain kontrak, atau kosong.
Joko Triyatno mengatakan, Selasa (15/7/2025) panitia kembali mengirimkan surat permohonan bantuan kepada enam pihak diantaranya Pemda Kulon Progo, Bupati-Wakil Bupati Kulon Progo.
Namun sampai sejauh ini tidak ada satupun instansi dan pejabat pemerintah yang menanggapi surat-surat warga ini sementara waktu cepat bergerak dan kini sudah bulan Juli 2025.
“Kami semula berfikir, karena ada iuran warga Pengembang dan Pemda Kulon Progo pasti membantu, dan akan kita mulai pembangunannya bulan Agustus 2025. Eh ternyata tidak ada respon sama sekali,” ujarnya.
Maka warga kembali meminta agar Pemda Kulon Progo turun tangan, membantu penderitaan warga yang sudah terlanjur beli rumah di kawasan banjir tinggi tersebut.
Sebelumnya diberitakan, trauma terendam banjir hingga setinggi 2 meter warga Perumahan Bumi Progo Sejahtera (PBS), Margosari, Pengasih, Kulon Progo, meminta pemerintah untuk membantu membangunkan tembok pengaman banjir.
“Kami trauma, karena musim penghujan kemarin pemukiman kami terendam banjir hingga 2 meter. Saat itu kita panik, dan sampai hari ini ratusan kepala keluarga masih sedih mengingat banjir besar saat itu,” kata Joko Triyatno, di Perumahan BPS, Senin (14/7/2025).
Ia mengatakan, pembangunan tembok pengaman banjir (floodwall) ini sebenarnya masih menjadi tanggungjawab pengembang yakni PT Kawan Bersama Sejahtera Abadi (KBSA). Namun mendapat keluhan warga pengembang juga tenang-tenag saja.
“Pengembang juga tidak bereaksi apa-apa atas keluhan warga ini. Bahkan sampai hari ini pengembang sejak kita sampaikan bulan Mei lalu, juga tidak pernah ngaruhke,” lanjutnya.
Liputan : Suyono Sugondo



