Nanang Sukrisno Ditetapkan Sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kulon Progo Periode 2026–2031

Musyawarah Kabupaten (MUKAB) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kulon Progo 2026 menetapkan Nanang Sukrisno sebagai Ketua KADIN Kulon Progo terpilih periode 2026–2031.(foto/Anung)

Kulon Progo, Proliman News – Musyawarah Kabupaten (MUKAB) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kulon Progo 2026 menetapkan Nanang Sukrisno sebagai Ketua KADIN Kulon Progo terpilih periode 2026–2031.

Forum yang digelar di Novotel Yogyakarta International Airport, Selasa (11/2/2026), tersebut mengusung tema ‘Sinergi KADIN Kulon Progo dan Pemerintah Daerah untuk Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal.’

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan dalam sambutannya  menegaskan bahwa KADIN harus kembali pada jati dirinya sebagai representasi dunia usaha, bukan sekadar organisasi pelengkap kebijakan.

“KADIN adalah kumpulan para pengusaha. Karena itu KADIN harus berani menjadi ujung tombak, berani membuka jalan bagi investasi dan melindungi kepentingan pelaku lokal,” ujar Agung.

Menurut dia, tantangan terdekat yang harus disiapkan adalah operasional embarkasi dan debarkasi haji yang mulai tahun ini dipusatkan di Kulon Progo.

“Pemerintah daerah harus siap, dan dunia usaha wajib mengambil peran. Kebutuhan akomodasi, transportasi, kuliner, hingga layanan pendukung lainnya terbuka lebar. Pengusaha Kulon Progo harus ikut berpartisipasi, jangan sampai peluang ini diambil seluruhnya oleh pihak luar,” kata Agung.

Ia menegaskan, momentum haji tersebut merupakan ujian nyata apakah ekonomi lokal mampu bergerak cepat.

“Ini bukan sekadar urusan ibadah, tetapi ekosistem ekonomi. Hotel, homestay, katering, jasa angkutan, hingga produk UMKM harus masuk rantai layanan,” ujarnya.

Ketua KADIN Kulon Progo Kuswadi menyampaikan bahwa transformasi ekonomi di sekitar kawasan bandara dan koridor industri belum otomatis mengalir kepada pelaku usaha setempat.

BACA JUGA  Komisi II DPRD Kulon Progo Bakal Lakukan Investigasi Terkait Laporan Indispliner Direktur Aneka Usaha

“Investasi harus menciptakan rantai nilai di Kulon Progo. Tugas KADIN memastikan UMKM dan pengusaha daerah masuk dalam ekosistem besar, termasuk momentum embarkasi haji yang segera berjalan,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana Anung Marganto menyebut MUKAB menjadi titik konsolidasi dunia usaha menghadapi fase baru pembangunan.

“Tanpa strategi kolektif, peluang dari bandara, pariwisata, dan layanan haji bisa diambil pihak luar. Forum ini merumuskan langkah operasional agar pelaku lokal siap bersaing,” kata Anung.

Ketua KADIN DIY GKR Mangkubumi tidak dapat hadir dan diwakili Dewan Penasehat KADIN DIY H. Syahbenol Hasibuan.

Syahbenol menegaskan peran strategis KADIN sebagai penggerak ekonomi daerah.

“KADIN harus bisa menjadi katalisator untuk pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo. Peran itu harus diwujudkan melalui program nyata, terutama dalam menyiapkan pelaku usaha menghadapi peluang baru seperti layanan haji dan pengembangan kawasan bandara,” ujarnya.

Ia menambahkan, KADIN DIY akan melakukan pendampingan agar pengusaha Kulon Progo naik kelas, mulai dari peningkatan manajemen, akses pembiayaan, hingga standar layanan.

“Pelaku lokal harus siap memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar dan lebih profesional,” katanya.

Ketua terpilih Nanang Sukrisno menegaskan kepemimpinannya akan berbasis pendekatan teknokratik dan terukur.

“Kami akan bekerja dengan indikator jelas: investasi yang difasilitasi, kemitraan yang tercipta, serta jumlah pelaku lokal yang terlibat dalam sektor strategis, termasuk ekosistem embarkasi haji. KADIN tidak boleh hidup dari retorika,” ujar Nanang.

BACA JUGA  Politisi PDIP Fajar Gegana Tegaskan Bahwa Kopdes MP Harus Tumbuh Kita Juga Harus Dukung MBG

MUKAB dihadiri unsur FORKOPIMDA Kulon Progo, perwakilan OPD, asosiasi usaha, serta ratusan anggota KADIN. Forum merekomendasikan pembentukan KADIN Service Desk dan penyusunan Investment Readiness Map sebagai program prioritas 100 hari kepengurusan baru.

Dengan kepemimpinan baru, KADIN Kulon Progo diharapkan benar-benar menjadi ujung tombak penggerak ekonomi daerah, memanfaatkan momentum embarkasi haji, serta memastikan pertumbuhan tidak meninggalkan pelaku lokal.

Liputan : Harsuanto Nabil

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *