Boyolali, Proliman News – Kepala Desa Mojo, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Bagus Muhammad Muksin, membenarkan adanya kejadian guru ngaji menganiaya empat bocag.
Ia juga mengatakan, SP (65) pelaku, merupakan salah satu warganya.
“Sepengetahuan kami, anak-anak itu disitu mondok (belajar ngaji). Ternyata rumah itu bukan pondok. Saat ditemukan itu, anak-anak ditinggal begitu saja oleh pelaku. Mereka cuma diberi singkong rebus. Kemungkinan sudah seperti itu sekitar sebulan, tidur di teras tanpa alas, dalam kondisi kelaparan,” urainya.
Sekarang SP sudah diamankan di Mapolres Boyolali, dan keempat anak dirawat oleh tim pemerintah dan dalam kondisi membaik.
Karena dua anak yakni MAF dan VMR kakak beradik berasal dari Kabupaten Batang, maka Wakil Bupati Batang, Suyono, datang langsung ke Boyolali untuk menjenguk empat anak korban kekerasan tersebut.
Ia mengatakan dua dari 4 anak tersebut merupakan warga dari Kabupaten Batang.
Suyono didampingi Kepala Dinas Sosial Batang, Willopo, menjenguk empat anak tersebut yang saat ini ditempatkan di rumah aman, disebuah pondok pesantren di Boyolali.
Kepala Dinas Sosial Boyolali, Sumarno dan Kepala DP2KBP3A Boyolali, Ratri S Survivalina juga hadir menyambutnya.
“Kalau saya lihat anaknya sudah cukup membaik. Sudah tidak, mungkin sudah tidak traumatis lagi,” kata Wakil Bupati Batang, Suyono, kepada para wartawan usai menjenguk 4 anak tersebut disebuh pondok pesantren di Boyolali, Selasa (15/7/2025).
Dinas Sosial Kabupaten Boyolali sebelumnya menempatkan 4 anak itu di rumah aman milik Dinas Sosial Boyolali. Namun kemudian dipindah dan dititipkan ke sebuah pondok pesantren, yang dinilai lebih ramah anak.
“Selanjutnya saya titip sama pondok sementara karena belum bisa dibawa pulang untuk kepentingan mungkin penyelidikan polisi atau apapun. Saya ucapkan terima kasih pada pengelola pondok dan tentunya warga Kabupaten Boyolali, ada Kepala Dinas Sosial dan DP2KBP3A yang sangat peduli dan aktif. Terima kasih,” ucap Suyono.
Wabup Suyono menyatakan, akan membawa anak-anak yang dari Batang itu untuk dibawa pulang ke Batang dan disekolahkan disana.
Sehingga lebih dekat dan terkontrol. Pihaknya sudah menyiapkan sekolah untuk anak-anak tersebut.
“Ya, saya rencananya mau saya bawa pulang ke Batang, saya sekolahkan di Batang agar dekat, kalau ada apa-apa saya bisa mengontrol. Sudah saya siapkan sekolahnya, semua sudah saya siapkan antara Bupati dan saya nanti sama-sama di Batang biasa mengatasi hal-hal seperti itu,” ujarnya sembari berkaca-kaca menahan tangis.
Di Batang nanti, rencananya anak-anak tersebut akan disekolahkan di Pondok Pesantren yang ada sekolah formalnya. Sehingga bisa belajar di Pondok dan sekolah.
Liputan : Johanes Lanang



