Pagelaran Wayang Spektakuler Memecah Keheningan Kulon Progo, 30 Dalang Satu Kelir Lakon Wahyu Eko Jati

Pagelaran wayang gila-gilaan baru saja berlangsung di puncak acara Haul dalang legendaris Ki Hadi Sugito, di Pondok Toyan, Triharjo, Wates, Kulon Progo.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Pagelaran wayang gila-gilaan baru saja berlangsung di puncak acara Haul dalang legendaris Ki Hadi Sugito, di Pondok Toyan, Triharjo, Wates, Kulon Progo.

Pagelaran wayang satu kelir 30 dalang. Mereka tampil bergantian, setiap sesi 3 dalang, dengan gaya yang khas, yakni mirip gaya Almarhum Ki Hadi Sugito.

Banyak dalang yang tadi malam mengaku, sangat mengagumi dan mencontoh cara tampil Ki Hadi Sugito, yakni tetap renyah, enak, pakem, tetapi banyak ngocol ( guyonan).

Sampai-sampai seorang dalang dengan lugas mengatakan, bukan hanya cara nakal Ki Hadi Sugito yang menjadi menarik diikuti, tetapi cara almarhum ke WC pun ditirunya.

Ki Hadi Sugito rupanya mampu menjadi perekat 30 dalang ini untuk bisa tampilbareng dalam satu pakeliran. Karena Ki Hadi Sugito memang Sang Guru dan banyak memberi pelajaran menarik dalam setiap penampilannya.

Hanya sayang acara yang keren ini tidak banyak mendapat perhatian media massa dan para petinggi di wilayah ini sehingga pertunjukan berkelas dunia ini tidak menggelegar.

Sejumlah pengamat mengatakan, sepertinya memang tidak banyak melibatkan media massa dan pengamat seni budaya dalam acara ini.

Sehingga momen sebagus ini hilang sekelebat, dan tidak menjadi jeboh dunia.

Sebanyak 30 orang dalang yang tergabung dalam kelompok Rudal (Rukun Dalang Jogja) tampil bergiliran dalam lakon Wayu Eko Jati.

BACA JUGA  Pengganti Geblek Renteng Diluncurkan Batik Motif Binangun Kertoraharjo Jadi Seragam Pegawai dan Sekolah

Mereka adalah Ki Kuat hadi Samono, Ki Surono purbo Carita, Ki Hadi Sugiran, Ki Mendhot Swasana, Ki Sutedjo, Ki Geter Pramuji Widodo, Ki Singgih Nurjono, Ki Suwondo Hadi Prayitno.

Lalu ada Ki Gondo Suharno, Ki Catur Kuncoro, Ki Aneng Kiswantoro, Ki Kiswan Dwi Nawaeka, Ki Sujanto, Ki Hadi Sutoyo, Ki Margiono.

Kemudian, Ki Sri Mulyono, Ki Suparman, Ki Gunawan, Ki Edi Suwondo, Ki Sudarminto, Ki Utoro Widayanto, Ki Sugeng widodo, Ki Parjaya, Ki Rusmadi

Dan Ki Rubiyanto, Ki Suranto Hadi Sucipto, Ki Warjudi, Ki Faisal Noor Singgih, Ki Radyo Harsono dan Ki Giyatno

Pagelaran wayang gila-gilaan ini berlangsung hampir lima jam dengan ristme yang padat, terkontrol namun tetap apik.

Budayawan, Purnomo Aji mengatakan, pagelaran wayang 30 dalang dalam satu pakeliran ini, merupakan yang pertama kali di Indonesia sepanjang sejarah pakeliran wayang.

Karena sebelumnya, tidak pernah ada pakeliran yang mampu menampilkan 30 dalang dalam satu layar, dan berdialog saling sambung.

Selain gila karena, ternyata semua dalang yang tampil mengaku sebagai pengagum Almarhum Ki Hadi Sugito, mereka ternyata memiliki gaya mendalang yang keren.

Sabetan yang baik, ontowecono yang bagus, dan cara mendalang gojekan ala Ki Hadi Sugito menjadi bagian yang mereka selalu tampak lekat.

Wisnu Hadi Sugito, putra Almarhum Ki Hadi Sugito mengatakan, acara ini semata-mata untuk mengenang Almarhum Ki Hadi Sugito, yang kapundut beberapa tahun silam.

BACA JUGA  Tari Sandul Salah Satu Kesenian Khas Kabupaten Temanggung, Agus Setyawan: Ini Seni Penuh Pesan Moral !

Liputan : Suyono Sugondo/Suryadi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *