Pati, Proliman News – Pasca demo besar dan ricuh berbagai komentar warga Kabupaten Pati terus mengalir di berbagai media sosial.
Intinya, warga tetap menilai Bupati Pati Sudewo sebagai pejabat yang arogan keras kepala dan tidak pernah berfikir rakyat.
Ia lebih takut kepada Presiden, Gubernur dan lebih menghormati DPRD Pati ketimbang melihat gemuruh hati ratusan seratus limapuluh ribu rakyatnya yang memintanya mundur.
Inilah pernyata Bupati Pati Sudewo yang menyatakan dirinya tidak bisa mundur begitu saja dari jabatannya.
“Bukankah saya dipilih rakyat. Saya tak bisa mundur begitu saja dengan cara tuntutan seperti ini,” katanya.
“Saya kan dipilih secara konstitusional. Semua ada mekanismenya, sambungnya.
Meski demikian Bupati Sudewo menghormati hak angket yang disepakati DPRD. Apakah terealisasi pemakzulan Bupati ini ?
“Saya menghormati hak mereka (DPRD Pati), karena Hak Angket itu hak mereka. Kita lihat saja nanti,”ujarnya.
jika dilihat hingga saat ini Gubernur Jateng tidak memanggil Bupati ini, justru Bupati Sudewo akan dipanggil oleh KPK, karena diduga terlibat kasus suap proyek jalur Kereta Api Kemenhub, saat menjadi DPR RI.
Sejumlah warga Kabupaten Pati membuat kesimpulan, lebih baik mundur daripada terus berkuasa tetapi tidakdihargai sama sekali. Demo besar ricuh dan membawa korban bukti bahwa hati Bupati Sudewo hanya ada proyek.




Bagaimana sikap resmi Gubernur Jawa Tengah terhadap gelombang tuntutan mundur Bupati Pati Sudewo?