Halaqoh BEM Pesantren Menyatakan Mendukung Penuh Perjuangan Rakyat Kabupaten Pati

 Koordinator Pusat Halaqoh BEM Pesantren Ahmad Tomi Wijaya, mendukung penuh gerakan rakyat Pati melawan pemimpin yang zalim.(foto/ist)

Pati, Proliman News – Halaqoh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren menyatakan mendukung penuh perjuangan rakyat Kabupaten Pati yang menggelar aksi demo pelengseran Bupati Pati Sudewo.

“Karena aksi demonstrasi besar-besaran itu menentang kesewenangan dan kesombongan pemerintah yang secara terang-terangan merugikan rakyat kecil,” ujar  Koordinator Pusat Halaqoh BEM Pesantren Ahmad Tomi Wijaya, Kamis (14/8/2025).

Ia menegaskan, perjuangan rakyat atas ketertindasan dan kesewenangan tentu juga menjadi ruh dari pergerakan mahasiswa, khususnya Halaqoh BEM Pesantren.

“Maka, melihat perjuangan rakyat Pati, kami tentu mendukung penuh apa yang diperjuangkan oleh kawan-kawan seperjuangan kami rakyat Pati,” ujar Tomi.

Ia mengatakan, aksi demonstrasi besar yang digelar oleh masyarakat Kabupaten Pati merupakan imbas dari kebijakan zalim Bupati Pati, Sudewo, yang membuat kebijakan soal kenaikan pajak menjadi 250%. 

Gelombang penolakan rakyat yang terus bermunculan atas kebijakan tersebut ternyata direspon dengan tantangan Bupati Sudewo yang merasa tidak takut didemo oleh masyarakat Pati. Hingga rakyat geram.

“Pada hari Rabu, 13 Agustus 2025, akhirnya 150 ribu rakyat Pati turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran melawan kesewenangan dan kesombongan pemerintah yang secara terang-terangan merugikan rakyat kecil,” katanya.

Tomi Wijaya menyatakan gerakan People Power masyarakat Kabupaten Pati adalah wujud dari akumulasi kekecewaan masyarakat yang mencapai batas sabarnya.

Atas nama ketertindasan dan kesewenangan, akhirnya muncul gerakan yang menggulingkan rezim zalim regional Pati, tegasnya.

BACA JUGA  Kejari Salatiga Lelang 5 Mobil Modifikasi Bekas "Ngangsu" BBM Ilegal, Penawaran Melonjak Hingga 300%

Bukan tanpa pengorbanan, niat perjuangan masyarakat Pati mendapat tindakan represifitas dari aparat hingga terjadilah gesekan antara pihak aparat dan massa aksi.

“Hal seperti ini bukan pertama kali terjadi. Aparat yang seharusnya melindungi rakyat, berbalik menjadi algojo bengis yang seringkali menjadikan rakyat sebagai targetnya,” lanjutnya.

Pati hari ini menjadi sebuah simbol perlawanan rakyat secara kolektif terhadap rezim yang zalim.

Kesadaran inilah yang membangunkan kesadaran rakyat Indonesia dan menjadikan Pati sebagai titik awal revolusi bagi rakyat Indonesia.

Kemenangan masyarakat Pati dalam perjuangannya hingga menggulingkan rezim zalim regional Pati, patut menjadi refleksi pribadi bagi para penguasa yang selama ini menganggap remeh perjuangan rakyat.

“Rakyat bila sudah jenuh akan kezaliman penguasa, tentu akan mati-matian memperjuangkan haknya yang telah hilang,” ujarya.

Ini menjadi Alarm dan lampu kuning bagi seluruh pejabat negeri, supaya berhati-hati dan lebih mempertimbangkan rakyat pada setiap jabatan dan kebijakannya.

“Kalau tidak, gelombang people power akan bergerak dalam skala yang lebih besar. Dan kami Mahasiswa Santri akan siap dengan basis massa yang besar ikut turun berjuang bersama rakyat yang memperjuangkan haknya,” tambah Tomi.

Tomi juga menjelaskan perlawanan rakyat Pati bisa  menjadi langkah awal gerakan rakyat secara kolektif dalam skala yang lebih besar dan luas.

Ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa santri untuk bersama-sama membangun kesadaran kolektif dalam merespon segala tindakan yang merugikan rakyat kecil.

BACA JUGA  Ditemukan Mayat Dalam Karung di Jurang Desa Purwokerto, Kayen, Pati, Dalam Kondisi Sudah Membusuk

Sementara Nauval Al-Farisi Koordinator Lajnah Kaderisasi mengatakan siap mengkoordinasikan ratusan hingga ribuan massa dari mahasiswa santri, untuk turun aksi jika pemerintah lagi-lagi berbuat sewenang terhadap rakyat.

Sejarah membuktikan bagaimana kuatnya perjuangan santri melawan ketertindasan.

Liputan: Reinaldi Dwi Maulady

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *