Bantul, Proliman News – Sejumlah warga punya ide gila untuk memperlancar arus ekonomi di Pajangan, Bantul – Ngentakreho, Kulon Progo, DIY.
Karena kedua wilayah ini terbelah oleh Sungai Progo, yang terkenal luas dan arusnya cukuyp deras, maka sejumlah warga membuat jembatan apung.
Jembatan apung ini terbuat dari drum plastik dan kayu sebagai alasnya, dan dibuat sedemikian rupa kuat dengan pengikjat seling baja.
Ide membuat jembatan apung ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat karena memang kondisi geografis di kedua wilayah itu berada di lokasi lumayan jauh dari akses jembatan yang kuat.
Dibangun dengan biaya Rp150 juta, jembatan sepanjang 70 meter ini kini jadi jalur alternatif yang memangkas waktu tempuh hingga 30 menit!
Lokasi jembatan apung ini ada di selatan Kantor Kapanewon Pajangan, Bantul, dan terhubung dengan ,Lendah Kulon Progo.
Jembatan sederhana berbahan drum, kayu, dan besi ini sudah mulai dilintasi warga umum, meski awalnya dibangun demi memperlancar distribusi produk tahu tiga warga yang kebetulan pengusaha tahu ini.
Jembatan ini kini justru jadi jalur favorit karena lebih efisien. Meski untuk lalu linbtas umum kebedaraan jembatan ini masih menunggu tinjauan Dishub dan izin resmi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.
Namun warga menyambut positif langkah kreatif ini. Bahkan banyak memberi masukan agar jembatan ini langgeng dan aman.
“Kalau mau ke Jogja jadi lebih cepat,” ujar Sudiman, salah satu penggagas.
Di media sosial juga banyak warganet sangat mengapreisiasi adanya jembatan apung ini bahkan memberi banyak masukan.
@Nugroho Slamet R, menulis, sudah ijin sama BBWSO belum? Nanti seperti kejadian di Tangerang Jembatan Apung H. Endang. Sudah 25 tahun beroperasi tiba- di tutup padahal sangat membantu masyarakat
@Dilan Danestapa harus sering-sering dibersihkan dari sampah yang nyangkut dan waspada nanti ketika musim hujan, karena arus Sungai Progo deras sekali dan bawa banyak sampah besar-besar.
@Firmansyah, maaf usul saja, ini bisa mempekerjakan penduduk sekitar. Kalau basa di kedua ujung dijagain dan diberi kotak infaq untuk biaya pemeliharaan jembatan & gaji penjaga.
@Priyadi, wong cilik punya usaha wae iso mbangun, mosok dana pemerintah tidak ada dana alokasi untuk mbantu. Tetapi nggak apalah, kemandirian rakyat tidak perlu tergantung pemerintahan, nanti ndak memberatkan ABPN.
@Sasa Aan, Itu ide sangat bagus dan sangat membantu rakyat, tetapi hati’-hati jika sampai ketahuan pemerintah bisa disita negara
@Mass Sutardi, jangan diviralkan, biarkan saja warga setempat yang menikmati, jangan sampai orang luar tau, apalagi yang disono tuh, tukang pungut pajak.
@Lek Galino, kalau pemerintahan konoha mah ada yang kreatif bermanfaat kaya gini bukan e didukung, dibantu, tapi malah dikritik.
Mari kita lihat bagaimana asyiknya jembatan apung ini ke depannya. Masihkah pemerintah melarang ide ini?
Liputan : Suyono Sugondo



