Banjir Mengepung Kabupaten Demak Jateng Sedikitnya 93.149 Jiwa Mengungsi di 45 Tempat

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar juga mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan sepanjang pantai selatan DIY.(foto/ist)

Demak, Proliman News – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jateng, mencatat, sebanyak 89 desa di 11 kecamatan terendam banjir.

Banjir dengan ketinggian bervariasi antara satu hingga satu setengah meter. Tingginya bajir ini meyebabkan banyak warga terdampak.

“Sebanyak 93.149 jiwa terdampak dan 22. 725 jiwa diantaranya terpaksa mengungsi. Pemerintah Kabupaten Demak telah mendirikan posko pengungsian di 45 titik,” Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB.

Banjir di Kabupaten Demak semakin meluas, bahkan pada Selasa (19/3/2024) kemaren, jalan protokol seolah berubah menjadi aliran sungai.

Berikut data 11 kecamatan terendam banjir di Kabupaten Demak, Jateng.

1. Kecamatan Demak

2. Kecamatan Sayung

3. Kecamatan Mranggen

4. Kecamatan Wonosalam

5. Kecamatan Karanganyar

6. Kecamatan Karangawen

7. Kecamatan Kebonagung

8. Kecamatan Guntur

9. Kecamatan Karangtengah

10. Kecamatan Dempet

11. Kecamatan Gajah

Kecamatan Karanganyar salah satu kecamatan yang paling parah terkena dampak banjir kali ini.

Karena ketinggian air hingga mencapai 2 meter lebih. Banyak rumah yang terendam air dan hanya terlihat atap-atap rumahnya. Air berwarna kecoklatan ini berasal dari luapan Sungai Wulan yang beberapa hari lalu tanggulnya jebol.

Namun hingga hari ini terpantau ketinggian air mulai surut. Seperti yang diungkapkan anggota polsek Karanganyar Aiptu Hadi Prayitno bahwa kedalaman banjir di jalur Demak masih cukup dalam. Meski demikian genangan banjir berangsur surut.

BACA JUGA  Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham Marah Mendengar Tyo Ardianto Menghina Presiden

“Ketinggian sudah mending surut, kemaren sampai situ sekarang turun sekitar 50 sentimeter,’ jelasnya.

Banjir yang mengalir di sepanjang Jalan Sultan Fatah dengan genangan air terdalam mencapai ketinggian 50 sentimeter. Diujung jalan Sultan Fatah, air mengalir cukup deras sehingga warga secara bergotong royong berusaha membendung sejumlah titik guna menghalau air agar tidak lebih banyak lagi mengalir ke daerah pemukiman.

Karena menurut penuturan warga, air yang masuk ke perkampungan sudah mencapai ketinggi 40 sentimeter. Oleh sebab itu untuk mengurangi air yang masuk ke perkampungan masyarakat secara bergotong royong membuat tanggul supaya air tidak masuk.

“Hingga saat ini BPBD Kabupaten Demak masih berusaha mengevakuasi warga terdampak banjir bersama TNI, Polri, BPBD kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan relawan”, Terang Riza, Pusdalops BPBD Kabupaten Demak

Untuk mengurangi penderitaan warga terdampak akibat banjir, BNPB turut menyerahkan bantuan logistic, dan peralatan berupa paket sembako, makanan siap saji, biscuit protein, hygiene kit, sabun cair, lampu solar panel, tenda keluarga, tenda pengungsi, Kasur lipat, pampers dsb.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *