Bali, Proliman News – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir besar di Bali mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan lebih dari 500 warga terpaksa mengungsi ke pos-pos darurat.
Empat daerah di Bali terdampak banjir cukup parah, yaitu Denpasar, Badung, Jembrana, dan Gianyar.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut, curah hujan ekstrem jadi penyebab utama banjir bandang Bali.
Dalam 24 jam, curah hujan di Bali mencapai 385 milimeter. Angka ini jauh melampaui kondisi normal.
Fenomena ini dipengaruhi gelombang Rossby dan Kevin, sehingga hujan deras turun secara tiba-tiba tanpa bisa diprediksi.
“Curah hujan di Bali bahkan lebih besar dari bencana banjir yang terjadi di Bekasi pada Maret 2025,” ungkapnya, Kamis (11/9/2025).
Akibat curah hujan yang tinggi, banjir tak dapat dihindari dan membuat aktivitas di sejumlah kabupaten lumpuh. Jalan raya terputus, listrik padam di banyak titik, dan pasar tradisional terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Bahkan, derasnya aliran banjir ikut menyeret korban. Korban meninggal dunia tercatat 16 orang, dan masih ada satu orang yang dilaporkan hilang.
Rincian korban meninggal dunia sebagai berikut, 10 korban di Kota Denpasar, 2 korban di Kabupaten Jembrana, 3 korban di Kabupaten Gianyar, dan 1 korban di Kabupaten Badung.
Luasnya sebaran banjir di Pulau Dewata membuat Pemprov Bali menetapkan status tanggap darurat selama sepekan. Dengan status ini, penanganan dilakukan bersama Pemerintah Pusat.
BNPB memastikan, semua kebutuhan dasar warga terdampak banjir akan dipenuhi.
“Mulai logistik, pakaian dalam, susu anak, hingga kebutuhan khusus perempuan, semua sudah disiapkan,” terang Suharyanto.
Meski air mulai berangsur surut, warga tetap diminta waspada.
Suharyanto mengingatkan, potensi hujan susulan masih ada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyebut, cuaca ekstrem berpotensi berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, warga juga diminta tidak ragu melaporkan kebutuhan mendesak kepada aparat setempat agar bantuan cepat tersalurkan.
BNPB menegaskan, Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah akan terus mendampingi warga hingga kondisi pulih.
“Bencana banjir Bali ini adalah duka kita bersama. Pemerintah Pusat bertekad membantu semaksimal mungkin,” pungkasnya.
Liputan: Tim Proliman



