Bank Indonesia Purwokerto Siapkan 37 Tempat Penukaran Uang Baru di Eks Karesidenan Banyumas

Hingga saat ini terdapat 37 titik tempat penukaran uang baru di wilayah Eks. Karesidenan Banyumas. (foto/be)

Purbalingga, Proliman News – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menggandeng sejumlah perbankan umum membantu melayani penukaran uang baru untuk lebaran Idul Fitri.

Bukan hanya perbankan penukaran uang baru juga bisa dilakukan di 4 Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara, mulai (20/3)

Kick Off Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri 2024 dilakukan di Mall Pelayanan Publik Purbalingga  menandai dimulainya penukaran uang baru yang  prakarsai  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.

Hingga saat ini terdapat 37 titik tempat penukaran uang baru di wilayah Eks. Karesidenan Banyumas.

Tingginya animo masyarakat untuk bisa mendapatkan uang baru, juga membuat setiap orang hanya bisa mendapatkan pecahan baru maksimal Rp. 3,7 juta rupiah.

Masyarakat yang ingin mendapatkan uang baru juga disediakan aplikasi untuk mendaftarkan diri sesuai jadwal, guna mengurangi penumpukan antrian.

“Bank Indonesia siap untuk melayani masyarakat yang pada lebaran tahun ini banyak membutuhkan pecahan kecil. Selain ada mobil kas keliling, penukaran bisa juga dilakukan melalui perbankan umum sesuai jadwal yang telah diumumkan,” ujar Christoveny, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.

 Meski demikian, masyarakat juga tetap dihimbau untuk bijak dalam membelanjakan uang, sesuai kebutuhannya.

Sementara, Asisten 2 Sekda Purbalingga, Mukodan mengatakan, masyarakat bisa memanfaatkan Mall Pelayanan Publik, untuk menukarkan uang baru.

“Nanti uang yang dibutuhkan untuk berlebaran ditukar di MPP saja. Selain itu, juga sebagai kewaspadaan kepada masyarakat untuk tidak menukar ditempat yang tidak resmi, agar terhindar dari uang palsu”, ujarnya.

BACA JUGA  LHP ORI Terkait Surat Bupati Kulon Progo Hal Penghentian Usaha PT SAK, Bahaya Jika DPRD Diam !

Adanya penukaran uang baru ini juga menjadi salah satu upaya  mengurangi peredaran uang lusuh.

Meski demikian, masyakarat juga tetap diminta untuk menjaga kualitas uang agar tetap baik dan layak edar dengan tidak melipat, melubangi, atau mencoret uang kertas yang dimilikinya.

Dete Baeni.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *