Yogyakarta, Proliman News – Smart TV mulai dibagikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk mendukung digitalisasi pendidikan.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui konten edukasi, pembelajaran jarak jauh, dan pemerataan akses pendidikan, terutama di daerah yang kekurangan guru.
Smart TV ini diharapkan akan membantu siswa mengakses berbagai konten edukasi dan memungkinkan guru-guru terbaik mengajar dari studio pusat untuk seluruh Indonesia.
Alat ini terutama untuk menunjang pembelajaran digital, membantu mentransformasi sistem pembelajaran agar lebih sesuai dengan era digital melalui pemanfaatan teknologi.
Lalu mengatasi kekurangan guru. Dan sangat mungkin guru-guru terbaik mengajar dari studio pusat ke sekolah-sekolah yang kekurangan guru melalui sistem pembelajaran jarak jauh.
Memperkaya materi pembelajaran. Sehingga siswa dapat menonton konten edukasi, animasi, dan materi pelajaran lain yang bisa diulang kapan saja.
Meningkatkan kualitas pendidikan. Karena bisa membantu menyatukan komponen digital seperti perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, program, dan komunitas dalam satu sistem pembelajaran.
Pemerintah akan membagikan 330.000 unit Smart TB ke sekolah hingga akhir tahun 2025.
Target jangka pendek, 100.000 sekolah ditargetkan akan menerima Smart TV sampai 10 November 2025.
Targetnya adalah setiap kelas memiliki satu layar, yang bisa diakses oleh seluruh siswa di kelas tersebut.
Langkah ini mendapat banyak apresiasi karena dianggap sebagai langkah maju untuk digitalisasi pendidikan.
Membuka peluang pembelajaran jarak jauh yang efektif dan merata.
Meski di sana sini beberapa pengamat khawatir akan terjadi masalah seperti kasus Chromebook sebelumnya.
Sebagian guru di daerah terpencil menganggapnya pemborosan karena infrastruktur pendukung seperti listrik dan internet belum memadai.
Liputan : Anung Marganto



