Sejumlah Sekolah di Kulon Progo Minggu (19/10/2025) Hari Ini Menerima Interactive Flat Panel (IFP) Smart TV

Sejumlah sekolah di Kabupaten Kulon Progo hari ini Minggu (19/10/2025) menerima interactive flat panel (IFP) atau smart TV. (foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Sejumlah sekolah di Kabupaten Kulon Progo hari ini Minggu (19/10/2025) menerima interactive flat panel (IFP) atau smart TV.

Salah satunya, yakni SMP Negeri 2 Galur, yang berlokasi di Karangsewu, Galur, Kulon Progo, Kulon Progo.

“Smart TV diterima sekolah dalam kondisi masih tersegel dan  sudah kami terima dengan baik, serta langsung kita isi laporan penerimaannya,” ujar Saiful Affan Administratur SMP 2 Galur.

Sekolah lain yang telah mendapatkan IFP adalah SMP Negeri 1 Sentolo.

Kepala SMPN 1 Sentolo, Margiyanto, mengatakan sekolahnya menerima perangkat berukuran 75 inci pada Senin (13/10/2025).

Perangkat tersebut langsung dipasang agar bisa segera dimanfaatkan.

“Sekarang sudah terpasang di ruang lab IPA dan telah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM),” ujarnya.

Ia selaku Plt Kepala Sekolah SMP Sentolo 3 mengatakan, bahwa SMPN 3 Sentolo, bahkan lebih dahulu menerima IFP.

Di SMPN 1 Sentolo penggunaan IFP dilakukan secara bergantian, karena sekolah hanya menerima satu unit. Ini  agar semua kelas bisa memanfaatkannya.

IFP ini berfungsi sebagai penunjang pembelajaran. Bisa digunakan layaknya perangkat Android untuk menampilkan bahan ajar, sekaligus berfungsi sebagai papan tulis digital.

“IPF bisa digunakan untuk semua mata pelajaran bisa memanfaatkannya,” katanya.

Meski demikian, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo belum tahu berapa jumlah sekolah yang sudah menerima perangkat tersebut.

Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hadiyanto, mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan pengadaan IFP untuk 85 sekolah tingkat SMP dan 366 sekolah tingkat SD, baik negeri maupun swasta.

BACA JUGA  Pembaca Proliman News Mengusulkan Agar Ada Insiatif Bangunkan Rumah untuk Ralea Irgantari dan Adiknya

Dari jumlah itu, hanya 85 SMP yang lolos verifikasi data pokok pendidikan (Dapodik).

“Dua SMP tidak lolos verifikasi Dapodik, yaitu SMP Ma’arif Yani Nanggulan dan SMP Madinah El-Quds,” katanya.

“Sampai saat ini sekolah-sekolah yang sudah menerima Smart TV belum melaporkan ke dinas. Kami baru bisa merekap setelah ada laporan dari masing-masing sekolah,” jelasnya.

Sedang untuk tingkat SD, hasil verifikasi masih menunggu keputusan lebih lanjut.

Liputan : Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *