Grobogan, Proliman News – Akibat banjir yang melanda di sejumlah wilayah atas membuat air begitu deras menerjang sejumlah sungai di Grobogan Jawa Tengah.
Akibatnya tanggul sungai di Desa Rowosari, Grobogan, Jawa Tengah, jebol sepanjang 10 meter.
Peristiwa ini sempat membuat perjalanan kereta api Semarang–Surabaya terganggu akibat terendam air banjir.
Jalur kereta api Semarang–Surabaya di kilometer 32, tepatnya antara Stasiun Gubug dan Karangjati, terendam banjir setinggi 15 sentimeter pada Selasa (21/10/2025) malam.
Perjalanan kereta dari Semarang menuju Surabaya atau sebaliknya sempat mengalami keterlambatan.
Jalur kereta yang terendam banjir akhirnya dapat dilalui kembali pada Selasa dini hari.
Namun, kereta yang melintas harus mengurangi kecepatan hingga 80 kilometer per jam.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Grobogan, Jawa Tengah sejak Selasa (21/10/2025) sore juga terus meluas.
Berdasarkan laporan BPBD Grobogan, Rabu (22/10/2025) pagi, tercatat delapan kecamatan terdampak banjir kali ini. Rinciannya, Kecamatan Geyer, Tanggungharjo, Tegowanu, Kedungjati, Gubug, Klambu, Kradenan, dan Purwodadi.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menyampaikan, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi.
Akibatnya beberapa sungai, seperti Sungai Renggong, Kliteh, dan Tuntang, meluap hingga ke pemukiman warga dan jalan desa.
”Banjir kemarin terjadi hampir bersamaan di sejumlah wilayah karena intensitas hujan cukup tinggi. Beberapa sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke permukiman dan lahan warga,” jelas Wahyu dalam keterangan tertulis.
Kecamatan Geyer menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar.
Di Desa Monggot, banjir sempat merendam sedikitnya 25 rumah warga di sejumlah dusun, dengan ketinggian air hingga 100 cm.
Di Kecamatan Tanggungharjo, tepatnya di Desa Sugihmanik, juga terdampak akibat luapan Sungai Renggong dan Sungai Kliteh.
Air sempat menggenangi pemukiman warga hingga 80 cm, namun pagi ini dilaporkan surut.
Di Kecamatan Tegowanu, banjir melanda Desa Tanggirejo dan Kebonagung. Jalan desa dan sejumlah rumah warga sempat tergenang 30 cm, namun air sudah berangsur surut.
Kecamatan Kedungjati turut terdampak akibat luapan Sungai Tuntang, dengan genangan air di Desa Kedungjati dan Wates mencapai 15–30 cm.
Di Kecamatan Gubug, tanggul di Desa Rowosori sempat jebol dan mengakibatkan air masuk ke area persawahan. Sementara di Desa Papanrejo, limpasan Sungai Tuntang sempat menggenangi jalur rel kereta api, meski kini kondisinya sudah berangsur surut.
Di Kecamatan Kradenan, genangan air setinggi 15–50 cm sempat menutup akses jalan Kuwu–Sragen. Banjir juga merendam SD serta balai desa di Desa Banjarsari.
Kecamatan Purwodadi, tepatnya di Desa Candisari, jalan raya Candisari–Pengkol tergenang air setinggi 30–50 cm sehingga sementara ditutup dan dialihkan.
Hingga Rabu pagi sekitar pukul 10.25 WIB, banjir di jalan tersebut perlahan surut. Genangan terdalam sekitar selutut orang dewasa. Sejumlah kendaraan roda empat sudah bisa melintas.
”Kondisi di lapangan saat ini sebagian besar air sudah surut, namun kami tetap terus siaga. Tim juga terus memantau dan berkoordinasi dengan desa-desa terdampak,” ujar Wahyu.
Liputan : Andy Nursahbani



