Derita Para Pekerja di Jalur Pantura Terboyo Semarang Jateng Akibat Genangan Banjir Kian Tinggi

Banjir di jalur Pantura Semarang–Demak sendiri terus naik dan tak kunjung surut. Akibatnya mobilitas masyarakat terganggu. (foto/ist)

Semarang, Proliman News – Seorang penggiat media sosial Johanes Christiono melaporkan di akun FB-nya kondisi terkini banjir yang merendam kawasan Pantura Terboyo Semarang.

Baru saja ia menulis ‘Karyawan (Industri) Terboyo ( di Pantura Kaligawae – Demak ) dievakuasi truk wing box.’

Ini terjadi setelah ada truk terperosok di depan pintu keluar kawasan industry tersebut dan mengakibatkan karyawan tidak bisa keluar untuk pulang.

“Sungguh lega saya sudah mendengar para karyawan di Kawasan Industri Terboyo Semarang sudah terevakuasi,”tulisnya.

Ada bantuan truk Hino wing box kosong (bisa dan bersedia ) mengangkut karyawan menuju Jalan Raya Kaligawe yang masih banjir.

Banjir di lingkungan Industri Terboyo infonya juga bukannya surut malah tambah dalam ( meningkat ).

“Tadi ada yang kirim pesan kepada saya mereka terjebak. Minta dikomunikasikan penyedia bantuan perahu,” tambahnya.

Nah mereka sejak kemarin bila masuk kerja diangkut truk. Begitu pula pulangnya. Namun sore ini ada tiga truk terperosok sehingga menutup akses.

Mereka para karyawan sempat terjebak tak bisa pulang. Akhirnya ada truk wing box yang masih bisa membantu dan lolos bisa menerobos jalan.

Meski truk barang, dan harus duduk melipat kaki, tapi bisa pulang.

Syukurlah para karyawan (pemburu rupiah) yang sudah terevakuasi.

Selamat sampai di rumah kumpul keluarga. Dan besok bekerja kembali.

“Semoga banjir juga segera surut,” lanjutnya semalam.

BACA JUGA  MPS (17) Pelajar Warga Karanggede Boyolali Tewas Saat Latihan Silat, Dua Pelatihnya Ditangkap Polisi

Banjir di jalur Pantura Semarang–Demak sendiri terus naik dan tak kunjung surut. Akibatnya mobilitas masyarakat terganggu.

Agar tetap bisa berangkat ke tempat kerja, banyak warga menumpang truk untuk menerjang banjir.

Ini akibat lalu lintas jalur Pantura di Semarang–Demak lumpuh karena banjir. Sehingga tidak ada kendaraan umum melintas, kecuali truk logistik yang terjebak kemacetan.

Situasi ini membuat para pekerja putar otak demi bisa berangkat kerja.

Wulandari salah satunya. Sudah tiga hari ini ia menumpang di diatas bak terbuka truk logistik untuk menuju tempat kerjanya.

Wulan tidak sendiri, banyak pekerja yang memilih cara serupa.

Meski tidak aman, namun mereka terpaka melakukan ini karena todak punya pilihan demi dapur di rumah tetap mengepul.

Banjir yang tak kunjung surut mulai mengganggu kesehatan warga. Warga mengeluhkan penyakit gatal-gatal, terutama di bagian kaki.

Warga kini hanya bisa berharap pemerintah bisa serius mengatasi banjir di sepanjang Kaligawe – Demak agar masalah seperti ini tidak berulang di setiap musim penghujan.

Liputan : Andy Nursagbani / Dari Berbagai Media

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *