Kulon Progo, Proliman News – Sedikitnya 10 hektar kawasan Panti Trisik, Banaran, Galur, Kulon Progo, hancur diterjang abrasi.
Terkini, akibat diterjang gelombang besar Kamis (6/11/2025) tengah malam abrasi semakin mendekati jalan jalur wisata.
“Sekarang ini jarak antara jalan aspal dengan bibir pantai tinggal 20 meteran,” ujar Ngatimin Warga Trisik.
Akibat gelombang besar laut selatan dan abrasi semalam, kawasan konservasi penyu rumah konservasi penyu dan satu rumah warga hilang.
Selain itu seluruh bangunan TPI lama dan bangunan lain sekitarnya sudah hilang.
“Yang tersisa tinggal bangunan mushola, itupun sudah tergerus ini,” ujarnya.
Abrasi juga terus menggerus kawasan di sepanjang pantai di selatan pemukiman transmigran ring satu di Imorenggo, Karangsewu, Galur Kulon Progo.
Kondisinya semakin memprihatinkan karena banyak bangunan hancur dan hilang.
Gelombang tinggi dan abrasi yang terjadi beberapa hari terakhir ini menghantam garis pantai hingga merusak 3 bangunan warung.
Indriyati salah satu warga Pantai Trisik mengatakan bahwa abrasi sangat cepat menggerus bibir pantai.
“Mohon doanya, agar semua mandala. Warga masih tenang, tetapi pernuh kewaspadaan,” ujarnya ketika dihubungi.
Liputan : Suyono Sugondo



