Kulon Progo, Proliman News – Miris, angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kulon Progo ternyata cukup tinggi, yakni mencapai 1200 orang yang kini terdeteksi.
“Sementara penanganan ODGJ dan ODGJ terlantar di Kabupaten Kulon Progo masih banyak kendala,” ujar Edi Priyono Ketua Komisi 4 DPRD Kulon Progo kepada prolimannews.id, Jumat (7/11/2025) sore.
Edi Priyono mengatakan, beberapa faktor penyebab tidak maksimalnya penanganan ODGJ diantaranya masih kurangnya sumberdaya.
“Seperti keterbatasan sumberdaya psikiater dan petugas sosial. Ini masalah. Ini membuat layanan kesehatan jiwa belum bisa maksimal,” ujarnya.
Ia mengatakan, untuk menangi banyaknya ODGJ sebanyak itu memerlukan kolaborasi berbagai pihak serta penguatan sistem di Puskesmas.
Selain itu, lanjutnya, terbatasnya fasilitas trasportasi yang khusus seperti mobil operasional, mobil ambulance, juga membuat penanganan ODGJ tidak maksimal.
“Minimnya mobil operasional untuk evakuasi / antar jemput juga menjadi kendala. Selama ini siapapun yang rela menangani ODGJ ini banyak menggunakan kendaraan pribadi. Ini tentu menjadi masalah,” ungkapnya.
Di samping keterbatasan kapasitas panti Balai Rehsos Bina Karya dan Laras DIY yang hanya memiliki kapasitas tamping 180-an pasien, juga sering overload.
Sedangkan kisaran 60 persen ODGJ disana tanpa identitas sehingga tidak bisa dipulangkan.
Hal ini tentu menambah beban pemerintah daerah mengingat jumlah peksos di Dinas Sosial juga masih kurang.
Di sisi lain peran pemerintah dan masyarakat kalurahan juga sering kewalahan memberikan pendampingan bagi penderita ODGJ.
“Seperti contoh kasus, di Padukuhan Trimulya, Sogan, Wates, dalam satu kepala keluarga terdapat 3 orang ODGJ, sementara keluarga yang sehat jiwa sudah berusia lanjut dan sakit – sakitan sehingga tidak mampu mendampingi anggota keluarga yang menderita ODGJ,” katanya.
Sementara warga dilingkungannya juga tidak mampu jika harus mendampingi selamanya karena perilaku penderita juga sering merepotkan warga lain.
Ketua Komisi 4 DPRD Edi Priyono mengingatkan, karena jumlah penderita ODGJ di Kulon Progo cenderung meningkat, maka perlu kebijakan kolaboratif lintas sektoral agar penanganan ODGJ bisa maksimal. Mulai dari pencegahan sampai pada rehabilitasi.
Menanggapi keluhan dari petugas di Dinas Sosial Ketua DPRD Kulon Progo Aris syarifudin mempersilahkan mobil skretariat DPRD Kulon Progo di pinjam pakai guna membatu warga yang mempunyai masalah sosial, seperti ODGJ, orang sakit atau mau melahirkan yang kesulitan alat transportasi.
Liputan : Tim Redaksi



