Pencarian 20 Warga Korban Longsor Desa Cibeunying Majenang Cilacap Jawa Tengah Kembali Dilakukan

Pencarian 20 orang warga korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali dilakukan mulai pagi ini Sabtu (15/11/2025).(foto/ist)

Cilacap, Proliman News – Pencarian 20 orang warga korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali dilakukan mulai pagi ini Sabtu (15/11/2025).

Sedikitnya 200 petugas dari Tim Sar Gabungan melakukan penggalian sejumlah titik dengan alat berat dan manual.

Namun kondisi cuaca hari ini mendung dan sepertinya akan jatuh hujam sehingga jika itu terjadi pencarian akan terhambat.

Dari data di Posko bencana total korban dalam longsor ini sebanyak 46 orang 23 selamat, 3 ditemukan meninggal dunia, dan 20 masih dalam pencarian.

Pencarian 20 Korban Longsor di Cibeuying Yang Belum ditemukan Dilanjutkan Besok Pagi Karna Terkendala Cuaca Hujan dalam Rapat Terbatas Tim Basarnas dan Relawan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan laporan sementara, masih ada 20 orang yang dinyatakan hilang diduga tertimbun material longsoran.

Sedangkan tiga orang telah berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Sudah diterjunkan kurang lebih 200 personel dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, PMI, TNI, Polri, dan relawan serta masyarakat sekitar yang berjuang bersama.

“Kurang lebih ada 200 personel. Semoga seluruh masyarakat yang hilang dapat segera ditemukan,” kata Kepala BNPB.

Ke depannya, BNPB juga akan mengambil langkah relokasi kepada warga yang tinggal di wilayah kritis agar lebih aman dan tidak kembali terancam.

BACA JUGA  Pemkot Solo Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Akibat Demo Ricuh Rusak Fasum dan Bakar Gedung DPRD

Menurut Kepala BNPB, masih ada 28 warga yang saat ini tinggal di kawasan rawan bencana tanah longsor.

Upaya relokasi akan dilakukan setelah upaya penanganan darurat selesai sepenuhnya.

Mengenai lokasi relokasi, Pemerintah Kabupaten Cilacap telah memiliki lahan khusus yang tentunya lebih aman.

Sementara, Kepala BNPB mengimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi agar mengosongkan area dari segala jenis aktivitas untuk sementara waktu demi keamanan dan keselamatan bersama.

“Ada 28 rumah yang harus direlokasi. Itu pun pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasinya. Sehingga setelah proses tanggap darurat ini selesai, relokasinya sudah kita siapkan,” jelas Suharyanto.

Liputan: Tim Redaksi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *