Banjarnegara, Proliman News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara memperkirakan tanah longsor Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Minggu (16/11/2025) sore menelan korban 27 warga masih tertimbun.
Tim pencarian dan pertolongan (SAR) masih melakukan operasi penyelamatan di lokasi terdampak. Selain operasi SAR, personel gabungan telah berhasil mengevakuasi 34 orang yang sejak kemarin terisolasi di kawasan hutan sekitar longsoran.
Sampai sejauh ini longsor di wilayah ini menelan korban meninggal dunia 2 jiwa, luka-luka 2 jiwa dan mengungsi 823 jiwa.
Warga yang mengalami luka-luka telah dirujuk ke RSUD Banjarnegara dan Puskesmas Pandanarum, sedangkan petugas BPBD setempat masih terus mendata warga yang melakukan pengungsian.
Lokasi pengungsian berpusat di tiga lokasi, di antaranya Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji dan gedung haji Desa Pringamba. Merespons adanya warga di pos pengungsi, BPBD Kabupaten Banjarnegara mengaktifkan dapur umum di kantor kecamatan.
Kerugian material meliputi rumah rusak berat sebanyak 30 unit dan rusaknya lahan persawahan dan perkebunan.
Selain melakukan upaya SAR dan pelayanan pengungsi, BPBD setempat terus melakukan asesmen dampak dan kebutuhan warga.
Sementara ini, kebutuhan mendesak dari hasil kaji cepat terdiri dari bahan makanan, makanan siap saji, air mineral, matras, selimut, hygiene kit dan family kit.
Tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara terjadi setelah adanya hujan lebat di Kawasan Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum.
Derasnya hujan dan kondisi tanah labil diduga sebagai pemicu tebing longsor dan menimpa area persawahan dan perkebunan, pada Minggu (15/11/2025), sekitar pukul 16.00 WIB.
Liputan : Tim Redaksi



