Lava Pijar dan Awan Panas Terus Muntah dari Puncak Gunung Merapi, BPPTKG Minta Masyarakat Waspada

Gunung Merapi di Magelang, Jawa Tengah, terus menggelontorkan lava pijar dari puncaknya hingga Minggu (25/6/2024) tengah malam.(foto/ist)

Magelang, Proliman News – Gunung Merapi di Magelang, Jawa Tengah, terus menggelontorkan lava pijar dari puncaknya hingga Minggu (25/6/2024) tengah malam.

Tercatat, lava pijar menggelontor sebanyak 23 kali dari puncak Gunung Merapi ke arah Sungai Bebeng dengan jarak luncur 1,6 km, pukul 18.00 – 24.00 WIB.

Dikutip dari laman BPPTKG, terjadi 35 kali gempa guguran di Gunung Merapi dengan amplitudo 3-29 mm. Status Gunung Merapi saat ini masih siaga level III.

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap ancaman aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Yaitu berupa guguran lava pijar, awan panas, dan lontaran material vulkanik Gunung Merapi.

Guguran lava pijar dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan mengalir ke Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Sungai Krasak, Sungai Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Sementara guguran lava pijar dan awan panas Gunung Merapi akan mengalir ke Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik Gunung Merapi bisa mencapai radius 3 km dari puncaknya.

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah – DIY ini tercatat kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Sabtu (24/8/2024), sebanyak 65 kali yang mengarah ke Kali Bebeng atau ke barat daya dengan jarak luncur 1.800 meter.

Pada Minggu (25/8/2024) pukul 02.32, kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG) dengan durasi 111.60 detik dan jarak luncur 1.000 meter ke barat daya.

BACA JUGA  Tertulis Proyek Dalan Bosok Sonya - Gunung Kelir Sumber Dana Swadaya Masyarakat / Donasi, Ada - ada Saja !

Potensi bahaya ini berupa guguran lava dan awan panas yang berada di sektor selatan-barat Daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.

Serta gugurnya awan panas di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

Pengamatan kegempaan dua kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 34-36 mm dan lama gempa 99.88-111.6 detik, 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-21 mm dan lama gempa 47.6-177.16 detik.

Pantauan BPPTKG menunjukkan pasokan magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.

BPPTKG Yogyakarta mengimbau terhadap masyarakat Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *