Bambang Susilo Gelora: Saya Bisa Memahami Kalau Golkar Marah dan Kecewa Pada Agung – Ambar

“Kami salah satu partai pengusung Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo menyatakan kecewa dan berharap ada keputusan sidang etik,” katanya kepada pers Minggu (29/11/2025).(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Kekecewaan Partai Golkar terhadap Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo Agung Setyawan – Ambar Purwoko semakin mendapat tanggapan banyak kalangan.

Pertama, Partai Golkar kecewa karena Bupati Kulon Progo Agung Setyawan tidak menepati janjinya masuk sebagai kader Partai Golkar dan memilih menjadi Ketua DPW PAN DIY diungkapkan mantan Ketua DPD Partai Golkar Kulon Progo kemarin dalam Muda Golkar.

Suharto menyatakan, Partai Golkar kecewa berat dengan sikap Agung Setyawan yang memilih masuk PAN tanpa pamit dan tidak ada pembicaraan dengan pendukung utamanya, Partai Golkar.

Apakah DPD Partai Golkar akan tetap berada pada lingkaran pendukung pasangan Agung Setyawan – Ambar Purwoko, akan ditentukan kemudian.

“Kami kecewa berat, karena Bupati Agung Setyawan meninggalkan etika politik dan memilih bergabung dengan PAN,” ujarnya di depan peserta Muda Golkar dan tamu-tamunya, Sabtu (22/11/2025).

Kedua Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko seminggu lalu ketahuan ber- KTA Partai Gerindra padahal sebelumnya ia telah menjadi salah satu pengurus DPD Partai Golkar DIY.

Kasus ini semakin memicu amarah Partai Golkar dan menyatakan ancamannya untuk melakukan pengunduran diri dari pendukung Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo Agung Setyawan – Ambar Purwoko.

Karena sikap politik keduanya sama-sama merendahkan Partai Golkar dan tersirat ancaman untuk keluar dari koalisi pendukung dan akan melakukan perlawanan pada Pilkada 2029 mrendatang.

BACA JUGA  Ketua KPU Kulon Progo : Sesuai Aturan Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Terpilih 2024 Tetap 10 Februari 2025

Menanggapi dua kasus ini Ketua DPC Partai Gelora Kulon Progo Bambang Susilo sebagai salah satu pendukung pasangan Agung Setyawan dan Ambar Purwoko mengatakan bisa memahami jika Partai Golkar marah serta kecewa berat.

“Pepatah jawa mengatakan, jangan lupa kacang akan kulitnya…!!” ujar Ketua DPC Partai Gelora Kulon Progo Bambang susilo, Selasa (25/11/2025).

Ia menyangkan terjadinya huru-hara ingkar komitmen dua tokoh sentral di Kabupaten Kulon Progo tersebut kepada partai besar yang telah mengusung dan mendukungnya pada Pilkada Kulon Progo 2024.

Secara khusus ia menyayangkan terhadap sikap seorang Wakil Bupati dan tokoh masyarakat Kulon Progo, yang tidak taat akan AD/ART partai.

“Kami dari partai pengusung menyayangkan sikap Wakil Bupati atas sikapnya karena ketahuan mempunyai dua KTA  partai. Dalam AD/ART tidak boleh anggota mempunyai dua KTA dalam parpol. Ini tentu ada niatan tidak terpuji,” katanya.

Ia menegaskan, sesuai dengan PKPU syarat menjadi anggota parpol, harus ber- KTA hanya satu.

“Ini bisa menjadi perselisihan dalam organisasi. Dan wajib bagi Wakil Bupati harus mengundurkan diri salah satu. Tetapi dengan konsekuensi meninggalkan luka cidera komitmen,” ujarya.

Bambang Susilo mengatakan, silahkan pilih salah satu dalam ber- KTA, mau condong Gerinda boleh atau ke  Golkar boleh. Dengan konsekuensinya masing-masing.

“Agar apa, kedepan partai yang ngusung Agung Setyawan dan Ambar Purwoko segera menentukan sikap politiknya, kedepan. Karena ini menyangkut komitment awal dalam koalisi maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo periode 2025 sampai dengan 2030,” lanjutnya.

BACA JUGA  Senam Gemes Taman Wijaya Karanganyar Jateng Galang Kemenangan untuk Ahmad Luthfi-Taj Yasin

Ia mengingatkan kasus ini merupakan signal peta politik di massa depan untuk kulon Progo menuju emas 2045.

Bagaimana sikap masing-masing partai pendukung dan pengusung pasangan ini akan segera ditentukan melalui rapat yang akan digelar pada bulan Desember 2025, mendatang.

“Nunggu rapat para ketua pada bulan Devember 2025 besuk, stelah ada berita viral ini,” ujarnya memaparkan.

Sikap Bupati dan Wakil Bupati akan menentukan arah politik kedepan bagi 12 parpol penggusungnya.

Ia menyatakan, kalau Bupati Agung Setyawan lebih condong ke PAN dan Wakil Bupati lebih condong ke Gerinda, sangat berat apabila koalisi berubah dan menjadi oposisi.

“Karena perbandingannya 9 banding 41 kursi di dewan,” tegasnya pagi ini.

Liputan : Suyono sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *