24 Jam Terakhir Gunung Merapi Luncurkan 12 Kali Guguran Lava Pijar Mengarah ke Kali Krasak, Bebeng dan Putih

. Sepanjang 24 jam terakhir telah terjadi 12 kali guguran lava pijar dari puncak Gunung Merapi.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus bergemuruh beberapa hari terakhir ini. Sepanjang 24 jam terakhir telah terjadi 12 kali guguran lava pijar dari puncak Gunung Merapi.

Masyarakat diminta waspada dan senantiasa mengikuti informasi dari lembaga resmi kegunungapian.

Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk periode pengamatan 25 November 2025 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat satu kali awan panas guguran  dan puluhan kali guguran lava pijar.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa satu kali awan panas guguran terekam dengan amplitudo 57 mm dan durasi 143,2 detik.

Selain itu, juga terjadi 57 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–40 mm dan durasi 60,98–159,23 detik, serta 68 kali gempa hybrid/fase banyak yang mengindikasikan aktivitas magma di dalam tubuh gunung.

BPPTKG juga mencatat adanya 12 kali guguran lava pijar yang mengarah ke Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Cuaca di sekitar Merapi pada hari pengamatan bervariasi antara berawan, mendung, hingga cerah.

Suhu udara berkisar antara 16,4–25,9 °C dengan kelembaban 69,7–98% dan tekanan udara 870,2–914,6 mmHg.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah potensi bahaya, terutama di sektor selatan–barat daya yang meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km), serta sektor tenggara di sekitar Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).

BACA JUGA  Kejari Salatiga Setor Rp150,2 Juta Hasil Lelang Barang Rampasan ke Kas Negara

BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi lahar saat hujan turun di sekitar puncak Merapi, serta mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Liputan: Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *