Yogyakarta, Proliman News – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menggeliat. Luncuran lava pijar bahkan terus terjadi sepanjang Selasa (25/11/2025) malam.
Beredar sejumlah video amatir yang mengabadikan luncuran lava pijar teramati dengan jelas pada pukul 22:46 WIB dan kembali terlihat pada pukul 22:49 WIB.
Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menegaskan bahwa Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III (Siaga).
BPPTKG mencatat telah 12 kali luncuran lava pijar dan satu kali luncuran awan panas. Kegempaan dan guguran lava mengindikasikan ketidakstabilan kubah lava.
Luncuran lava pijar mengarah ke sektor selatan-barat daya, terutama ke alur-alur sungai seperti Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, dan Kali Bebeng.
Masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB) III dan penambang di alur sungai yang berhulu di Merapi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
BPPTKG mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.
Mewaspadai bahaya lahar dingin terutama saat terjadi hujan lebat di puncak Merapi.
Mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BPPTKG, bukan dari sumber yang tidak jelas.
Meski demikian luncuran lava pijar yang terlihat malam ini adalah bagian dari aktivitas vulkansi Gunung Merapi yang menawan secara visual.
Sehingga sejumlah orang tetap mengabadikan luncuran lava pijar dari sejumlah titik bahaya seperti Dam Sabo
Sabo Dam Kali Gendol, Dusun Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
Karena fenomena luncuran lava pijar di tengah malam memang indah nan menawan.
Dari video atau foto yang beredar terlihat jelas aliran lava pijar berwarna merah menyala meluncur menuruni lereng Merapi yang gelap gulita.
Garis-garis cahaya pijar ini kontras dengan langit malam yang diselimuti awan tipis, menambah kesan dramatis pada visual letusan.
Di bagian bawah, tampak siluet pepohonan dan struktur bendungan Sabo Dam, serta kerlip lampu permukiman warga yang menjadi penanda lokasi pengamatan.
BPPTKG menjelaskan guguran lava pijar dari Gunung Merapi saat ini dominan mengarah ke sektor barat daya (Kali Bebeng, Kali Krasak) dan juga ke sektor tenggara (Kali Gendol).
Jarak luncur lava pijar bervariasi, antara 1.500 – 2000 meter. Namun BPPTKG selalu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak beraktivitas di dalam radius bahaya yang ditetapkan, yaitu 3 hingga 7 kilometer dari puncak.
Liputan : Suyono Sugondo



